Cabai Rawit di Sleman Rp70.000 per Kg, Disperindag Sebut Belum Ada Kelangkaan
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
Foto ilustrasi pohon tumbang di tengah jalan. /ANTARA FOTO-Budi Candra Setya
Harianjogja.com, BANTUL - Prediksi cuaca ekstrem yang bakal muncul di sejumlah wilayah DIY termasuk Bantul membuat kesiapsiagaan dilakukan. Bantul andalkan posko BPBD Bantul dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di wilayah untuk hadapi cuaca ekstrem.
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis menyampaikan kesiapsiagaan dini selama ini dilakukan melalui pemantauan yang tersentra di BPBD Bantul. "Kesiapsiagaan dini itu selama ini kita punya posko yang tersentra BPBD Bantul. Itu yang melakukan monitoring terhadap informasi-informasi yang diberikan kepada BMKG," terangnya pada Rabu (7/4/2021).
"Secara rutin BMKG itu kan memberikan informasi kondisi cuaca untuk periode tertentu, sentranya itu di BPBD. Kedua, di masing-masing Kalurahan disiagakan FPRB untuk selalu on call [bila terjadi bencana]," tambahnya.
Pekan lalu setidaknya 37 pohon tumbang di wilayah Bantul. Oleh karenanya Helmi menjelaskan bila Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan asesmen terhadap pohon-pohon yang rawan. "Kalau terhadap pohon-pohon tentu menjadi ranahnya DLH. Di antaranya untuk melakukan asesmen atau pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang itu menjadi aset Pemkab," tandasnya.
Ditambahkan Helmi bila di wilayah Kapanewon hendak melakukan penebangan pohon yang rawan namun memiliki keterbatasan alat, diminta Helmi untuk melakukan komunikasi dengan DLH. "Kalau kapanewon memiliki rencana untuk mengurangi kerimbunan terhadap pohon-pohon yang rawan sementara fasilitas tidak dimiliki, dapat melakukan komunikasi dengan DLH," tegasnya.
Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Lukluk Firmansyah menjelaskan status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Bantul telah ditetapkan sejak akhir tahun 2020. "Kalau berdasarkan statusnya, sudah ada payung hukumnya untuk kesiapsiagaan. Kemudian di Bantul sudah mengantisipasi dengan mendirikan 20 pos siaga darurat banjir dan longsor itu juga masih aktif statusnya," jelasnya.
"Lalu kami masih menjalin secara efektif untuk 75 Kalurahan se-Kabupaten Bantul ini juga sudah bergerak setiap saat. Jadi insyaallah untuk kesiapsiagaan di Kabupaten Bantul sudah jauh-jauh hari ketika musim hujan sebetulnya. Jadi sekarang kalau ada cuaca ekstrem kami rasa juga terkait perkembangan dinamika iklim dan cuaca," terangnya.
Pemantauan ketinggian air dan retakan tanah yang berpotensi longsor dilakukan terus menerus 24 jam oleh BPBD Bantul dan FPRB. Kendati telah melakukan sejumlah persiapan jauh-jauh hari, Aka meminta warga untuk aktif dan berpartispasi dalam upaya penanggulangan bencana.
"Harapannya masyarakat juga aktif melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana, mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem. Kemudian secara aktif membagikan informasi yang akurat dan yang berasal dari sumber terpercaya," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.