Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Cek Gaji dan Tunjangannya
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Ilustrasi. /Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL - Serangan chikungunya di Kapanewon Pleret terus meluas.
Setelah 19 warga Dukuh Brajan, Kalurahan Wonokromo, Pleret dinyatakan terserang chikungunya, ada dua kasus baru chikungunya di dukuh Gunungan, Kalurahan Pleret.
"Berdasarkan rapid test chikungunya sampling, ada dua orang yang reaktif. Artinya saat ini ada dua dukuh di dua kalurahan berbeda yang terkena chikungunya," kata Kepala Puskesmas Pleret Erni Rochmawati, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Pemerintah Siap Dukung Vaksin Nusantara, Ini Syaratnya
Lebih lanjut Erni mengungkapkan saat ini data 21 orang terinfeksi chikungunya tersebut telah dilaporkan ke Dinkes Bantul. Meski dinyatakan terinfeksi, namun pasien tersebut sampai saat ini belum ada yang dirawat di rumah sakit ataupun puskesmas terdekat.
"Mereka menjalani rawat jalan," kata Erni.
Menurut Erni saat ini Pemdes di dua kalurahan dibantu Puskesmas setempat telah memaksimalkan pemberantasan sarang nyamuk guna mengatasi penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Selain itu, Dinkes Bantul dijadwalkan melakukan fogging di dua padukuhan pada Sabtu (17/4/2021).
Baca juga: THR, Lembaga Kerjasama Tripartit Bantul Sepakat Ciptakan Suasana Kondusif
"Rencana fogging baru dilakukan besok oleh Dinkes," tandasnya.
Lurah Wonokromo Machrus Hanafi membenarkan terkait adanya dugaan chikungunya di wilayahnya. Hanya saja dia belum tahu berapa banyak warga terinfeksi penyakit ini.
"Belum tahu total sudah berapa. Kami sendiri telah bergerak dan memaksimalkan pemberantasan sarang nyamuk," katanya.
Menurut Machrus, warga yang diduga terinfeksi chikungunya saat ini menjalani perawatan di rumah. Mereka tidak menjalani perawatan di rumah sakit ataupun puskesmas terdekat.
"Beberapa di antaranya malah sudah sembuh," terangnya.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan jika kasus chikungunya yang terjadi di dua dukuh di Pleret saat ini sudah ditangani oleh Puskesmas setempat.
"Selain itu juga ada klinik dokter swasta yang ikut menangani. Nantinya akan ada fogging. Yang jelas tidak ada yang rawat inap," kata pria yang akrab dipanggil Oki ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia