7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Uji coba pembelajaran tatap muka untuk SD dan SMP di Jogja dimulai bulan depan.
Sejumlah persiapan untuk penyelenggaraan sekolah tatap muka jenjang SD dan SMP terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta, termasuk merencanakan uji coba pembelajaran tatap muka pada pekan pertama Mei yang akan dilakukan di lima sekolah.
"Sembari melihat bagaimana perkembangan uji coba sekolah tatap muka di jenjang SMA/SMK, kami merencanakan ada dua SD dan tiga SMP yang melakukan uji coba," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (20/4/2021).
Dalam kegiatan uji coba tersebut, akan dilakukan berbagai pembatasan seperti membatasi jumlah siswa dalam satu rombongan belajar.
Siswa akan dibagi dalam tiga shift per kelas dan tiap pertemuan dilakukan maksimal dua jam pelajaran atau 90 menit. Sebelumnya, sekolah sudah harus memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan tersedia.
Menurut dia, persiapan pembelajaran tatap muka di SD dan SMP di Kota Yogyakarta sudah dilakukan sejak Desember 2020, khususnya persiapan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan.
BACA JUGA: Harga Makanannya Viral, Pemerintah Sebut Kuliner di Bukit Bintang Tak Berizin
Verifikasi mengenai kesiapan sekolah, 65 SD/MI dan 165 SMP/MTs negeri maupun swasta juga sudah dilakukan pada Januari dam Maret. "Seluruhnya dinyatakan siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka," katanya.
Selain itu, lanjut Heroe, hampir semua guru di Kota Yogyakarta juga sudah mendapat vaksin COVID-19.
"Jika dari hasil uji coba tersebut dinyatakan pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik, pada tahun ajaran baru mendatang akan dilakukan sekolah tatap muka," katanya.
Namun demikian, jika masih ada beberapa kendala termasuk terjadi kenaikan kasus COVID-19, dimungkinkan kegiatan sekolah tatap muka akan ditunda hingga kondisi memungkinkan dan dinyatakan aman.
"Kegiatan tatap muka sebenarnya sudah dilakukan saat siswa SMP melakukan ASPD. Penyelenggaraan asesmen berjalan baik dan beberapa kekhawatiran munculnya kerumunan bisa diantisipasi dengan baik," katanya.
Jika sekolah tatap muka diputuskan dapat diselenggarakan, lanjut Heroe, persetujuan dari orang tua siswa tetap menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi.
"Apabila orang tua belum mengizinkan anaknya untuk mengikuti sekolah tatap muka, masih ada pilihan untuk sekolah secara daring. Sekolah tetap harus memberikan fasilitasi untuk pembelajaran daring," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.