Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang pada Semester I 2026
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Salah satu adegan dalam Ketoprak Sayembara 2021, belum lama ini./Istimewa-Dinas Kebudayaan DIY
Harianjogja.com, JOGJA--Guna memunculkan kembali spirit Pangeran Mangkubumi, Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bakal mengangkat kisahnya melalui Ketoprak Sayembara 2021.
Pelaksana Tugas Kepala Disbud DIY, Sumadi mengatakan ketoprak yang akan tayang di TVRI Jogja ini menjadi sarana penyampaian pesan pada masyarakat untuk senantiasa mengenal dan mempelajari sejarah. Dengan memahami sejarah, maka masyarakat memiliki sandaran menapaki masa depan.
Selain itu, melalui pementasan tersebut, Sumadi berharap ketoprak bisa semakin lestari dan berkembang. "Ketoprak tidak hanya sebuah tontonan, tetapi juga tuntunan, bisa menjadi pedoman juga sebagai sebuah tatanan," kata Sumadi, Selasa (4/5/2021).
Dalam Ketoprak Sayembara 2021, masyarakat akan disuguhkan kisah Pangeran Mangkubumi yang juga bergelar Sri Sultan HB 1 dalam membangun Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pementasan 20 episode itu akan tayang setiap Sabtu mulai Juni 2021. Adapun cerita bermula sejak Perjanjian Giyanti pada 1755. Sejak saat itulah Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua dan juga awal mula berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Menurut Kepala Sub Bagian Program Disbud DIY, Aryanto Hendro Suprantoro, pemilihan kisah Pangeran Mangkubumi untuk mendukung pendaftaran Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia di UNESCO.
Sumbu Filosofi merupakan dasar tata kota lengkap dengan filosofi daur hidup manusia dari lahir sampai meninggal dunia. Pembangunan kota dengan model ini bisa jadi satu-satunya di Indonesia, bahkan dunia.
"Harapannya, masyarakat dengan menonton Ketoprak Sayembara Pangeran Mangkubumi nantinya ikut memahami Kota Jogja dulu dibangun dengan sebuah konsep, sudah dipikirkan sangat matang oleh Pangeran Mangkubumi," kata Hendro.
Ketoprak Sayembara, kata Hendro, sudah digelar sejak 2014. Meskipun saat ini media sosial menjadi tempat populer menampilkan karya seni, namun penonton televisi juga masih banyak. Meski tidak menutup kemungkinan, setelah tayang di televisi akan tayang pula di Youtube dan sebagainya. "Masih banyak masyarakat yang menonton televisi," kata Hendro.
Sementara untuk para pemain, pelakunya tidak hanya dari satu sanggar tertentu. Namun ada sebuah casting yang bisa diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang. Ada yang memang pemain ketoprak, tetapi ada juga penari, pemain teater dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.