Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Pengirim sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, saat dihadirkan di hadapan awak media di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021). - Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Satu per satu fakta soal kasus sate beracun sianida yang menewaskan seorang bocah di Bantul terungkap. Termasuk siapa sebenarnya target yang ingin dihabisi dengan sate beracun itu.
Polres Bantul terus mengembangkan kasus takjil maut yang salah sasaran. Berdasarkan pengakuan terbaru pelaku Nani Aprilliani (25), bahwa takjil berisi sate dan bumbu yang sudah dicampur racun sianida tersebut ditujukan untuk istri Aiptu Tomy, anggota Polresta Yogyakarta.
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, pemeriksaan terhadap Nani terus dilakukan. Dalam kesaksian barunya perempuan asal Majalengka Jawa Barat ini menyatakan bahwa dia mengirimkan sate melalui ojek online namun tanpa aplikasi untuk meracuni keluarga Tomy.
"Yang dituju adalah istri T," terangnya kepada wartawan Rabu (5/5/2021).
BACA JUGA: Sate Beracun: Buru Pria yang Sarankan Nani Racuni Tomy, Polisi Juga Akan Periksa Tomy
Dijelaskannya, upaya meracuni istri Tomy yang juga anggota Polresta Yogyakarta ini dilakukan karena keinginan memiliki Tomy sepenuhnya. "Ini masih keterangan Na, ke depan kita akan panggil T untuk dimintai keterangan, " ujarnya. Nani hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Bantul.
Perempuan yang bekerja di salon kecantikan di Potorono ini terbakar emosi begitu pujaan hatinya, seorang polisi berpangkat Aiptu menikah dengan perempuan lain.
Dia kemudian nekat mengirimkan paket takjil maut yang telah dicampur kalium sianida yang dibeli secara online dengan harga Rp244.000. Racun bentuk kristal padat itu kemudian ditumbuk dan dicampur dalam bumbu sate.
Harapan bisa meracuni istri Tomy menjadi gagal karena sasaran menolak paket yang dikirimkan melalui pengemudi ojek online Bandiman.
Kemudian paket takjil maut dibawa Bandiman dan dimakan anak keduanya Naba Faiz Prasetyo, bocah berusia 10 tahun yang menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Kota Yogyakarta pada Minggu (25/4/2021) lalu.
Artikel ini telah tayang di yogya.inews.id dengan judul "Ternyata Pelaku Takjil Maut Ingin Racuni Istri Aiptu Tomy".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Juru Bicara OIKN Troy Harold Yohanes Pantouw meninggal dunia pada usia 58 tahun di IKN, Kalimantan Timur.
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
LeBron James bergabung dengan Philadelphia 76ers dan menargetkan membawa klub tersebut meraih gelar juara NBA kelima dalam kariernya.
PAN Kota Jogja menuntaskan Rakerda 2026 dengan lima komitmen utama untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan strategi menghadapi Pileg serta Pilwalkot.
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.