Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sejumlah kios di Pasar Sleman terlihat masih sepi pembeli, Selasa (11/5/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN- Momentum lebaran semestinya menjadi kesempatan mendapat banyak rezeki bagii para pedagang. Namun dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 dan larangan mudik yang berlaku saat ini, banyak pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli, salah satunya pedagang di pasar Sleman.
Dibanding waktu sebelumnya yakni awal Ramadan atau sebelum Ramadan, kondisi Pasar Sleman menjelang lebaran ini terlihat lebih ramai. Meski demikian keramaian pengunjung belum sampai menimbulkan kerumunan, bahkan di beberapa sudut terpantau masih lengang.
Salah satu pedagang di Pasar Sleman, Erlina, mengeluhkan sepinya pembeli pada masa menjelang lebaran ini. “Kalau dibanding hari-hari sebelum Ramadan ya ada penambahan sekitar dua kali lipat. Tapi kalau dibanding lebaran waktu sebelum pandemi jauh berkurang,” katanya, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Turun, Angkasa Pura I Catat Hanya 5.704 Pergerakan Penumpang pada 10 Mei 2021
Erlina bersama suaminya sudah sejak 2006 berdagang pakaian di Pasar Sleman. Ia menceritakan pada hari-hari menjelang lebaran, biasanya pembeli selalu ramai hampir sepanjang waktu. Namun kali ini, kedatangan pembeli hanya di waktu-waktu tertentu saja.
Pada masa menjelang lebaran, ia mengungkapkan dagangan yang paling laku yakni pakaian anak-anak. Menurutnya, untuk kebutuhan lebaran, orang tua lebih mengutamakan pakaian baru untuk anak-anak mereka ketimbang dirinya sendiri.
Pedagang lain di Pasar Sleman, Wikani, juga mengeluhkan jika penjualan di masa menjelang lebaran ini tidak seramai pada tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Sebelum Ramadan lalu bahkan karena saking sepinya ia sempat menutup kiosnya cukup lama.
Baca juga: Bebas Zona Oranye & Merah, Seluruh Objek Wisata di Sleman Tetap Buka
Wikani merupakan pedagang sandal yang telah mulai berjualan di Pasar Sleman sejak sekitar 1996, setelah ia berhenti mengajar di sekolah. “Kalau sebelum pandemi menjelang lebaran gini bisa dapat Rp5 juta, Rp6 juta. Kalau sekarang paling Rp200.000 sehari,” ungkapnya.
Adanya peningkatan pembeli kata dia, biasanya mulai H-5 lebaran. Sama dengan penjual pakaian, sendal yang paling laku menjelang lebaran ini aadlah sendal anak-anak. Di kiosnya, sendal anak-anak berkisar seharga Rp20.000 sampai Rp50.000.
Ia juga mengeluhkan kebijakan terbaru Pasar Sleman yang tidak membolehkan pemasangan meja di depan kios untuk kios di bagian depan sebagai tempat men-display dagangan. “Kalau ada meja biasanya lebih banyak pengunjung yang melihat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 di Motegi berlangsung 2–4 Oktober. Jorge Martín hanya unggul 12 poin atas Marc Márquez.
Janice Tjen akan berduet dengan Venus Williams di Guangzhou Open 2026. Turnamen berlangsung 26 Oktober hingga 1 November.
Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran keuangan selama sembilan musim. Man City masih punya hak banding hingga 2 Oktober.