Bebas Zona Oranye & Merah, Seluruh Objek Wisata di Sleman Tetap Buka

Suasana objek wisata Tebing Breksi saat libur Imlek pada Minggu (14/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo\\r\\n\\r\\n
11 Mei 2021 21:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Seluruh objek wisata di wilayah Sleman tetap beroperasi selama libur lebaran 13-16 Mei 2021. Operasional objek wisata dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suci Iriani Sinuraya mengatakan seluruh destinasi wisata di Sleman tetap beroperasi untuk menyambut wisatawan datang selama libur Lebaran tahun ini. Hanya saja, Dispar melarang adanya event atau atraksi wisata di destinasi tersebut.

"Secara umum objek wisata tetap buka seperti biasa. Aturan mainnya tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya menerima wisatawan maksimal 50% dari kapasitas pengunjung," katanya, Selasa (11/5/2021)

Suci mengatakan, operasional destinasi wisata selama libur Lebaran didasarkan pada peta epidemologi Covid-19. Berdasarkan peta epidemologi Covid-19, semua objek wisata di Sleman tidak masuk dalam zona oranye apalagi zona merah. "Aturannya jelas itu, ada di Instruksi Bupati Sleman juga kalau masuk zona oranye atau zona merah tentu objek wisata tidak dibuka," katanya.

Dispar, katanya terus melakukan pengecekan kesiapan untuk menerima kunjungan wisatawan. Dispar juga mewanti-wanti semua pelaku wisata untuk menerapkan protokol kesehatan yang sudah digariskan. "Seluruh pengelola destinasi dan desa wisata, serta usaha jasa pariwisata harus konsisten dan lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19," katanya.

"Sebelum, saat, dan sesudah Hari Raya kami terus melakukan monitoring terkait pelaksanaan SOP protocol kesehatan baik ke destinasi maupun usaha jasa pariwisata".

Baca juga: Viral Idulfitri Jatuh pada 12 Mei, Begini Penjelasan BMKG

Sesuai SE Bupati Sleman No. 556/341 tentang Pendisiplinan Penerapan Protokol Kesehatan pada Masa Libur Lebaran 1422 H, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha jasa pariwisata. Mulai dari pembatasan jam operasional maksimal sampai pukul 21.00 WIB, penerapan prokes yang ketat, pembatasan pengunjung maksimal 50%, kegiatan sosial budaya berpotensi menimbulkan kerumunan dibatasi maksimal 25% dari daya tampung.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman Aris Herbandang menambahkan, destinasi pariwisata yang dikelola Dispar Sleman (Tlogoputri, Gardu Pandang, dan destinasi candi yaitu Candi Ijo, Candi Sambisari, dan Candi Banyunibo) akan tutup pada hari pertama lebaran, Kamis (13/5/2021). Destinasi wisata ini baru dibuka kembali pada Jum’at (14/5/2021).

Rencana pelaksanaan Festival Lampion di Gardu Pandang ditangguhkan pelaksanaannya sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Ini mengacu kebijakan pimpinan dengan memperhatikan angka sebaran Covid-19 di DIY yang relatif masih tinggi dan dinamika arus mudik, serta untuk mencegah peningkatan kasus di Sleman," ujar Bandang.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi Kholiq Widiyanto keputusan dibolehkan destinasi wisata di Sleman beroperasi selama libur lebaran menjadi angin segar. Pasalnya, selama Ramadan dan adanya larangan mudik jumlah pengunjung ke Tebing Breksi mengalami penurunan drastis.

"Kalau biasanya jumlah pengunjung Breksi bisa mencapai 500 orang per hari, saat ini jumlahnya fluktuatif dan cenderung merosot. Antara 100-300 orang," katanya.