Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mengingatkan kepada pelaku destinasi wisata untuk berpartisipasi dalam menjaga citra pariwisata di mata pengunjung. Salah satunya dengan menyajikan daftar harga kepada semua pengunjung yang datang.
Sekretris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukomono mengatakan momen Lebaran banyak dimanfaatkan pelaku usaha dikawasan wisata untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Meski demikian, ada harapan keuntungan yang diperoleh tidak memberikan kesan yang buruk di mata pengunjung.
Untuk mengantisipasi ini, Dispar sudah membuat edaran kepada seluruh pedagang agar menetapkan tariff dengan sewajarnya. Selain itu, pedagang juga diminta menyajikan daftar harga di setiap menu yang diberikan ke pengunjung.
“Sudah kami sosialisasikan kepada para pedagang. Harapannya ini bisa dipatuhi karena ini akan berpengaruh terhadap citra pariwisata Gunungkidul,” katanya, Kamis (13/5/2021).
Untuk memaksimalkan imbauan ini, kelompok sadar wisata (pokdarwis) di masing-masing wilayah untuk ikut melakukan pengawasan. Apabila ada yang nekat dan mengambil tindakan aji mumpung diminta memberikan teguran kepada pedagang bersangkutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.