Hari Pelanggan Nasional 2026, Ini yang Dihadirkan BPJS Ketenagakerjaan Jogja
Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Jogja menghadirkan display produk PEKA dan booth MLT Perumahan untuk memperluas manfaat bagi pekerja.
Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman memastikan hingga saat ini belum ada kecamatan atau kapanewon di wilayah ini yang berhasil masuk zona hijau penularan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyatakan berdasarkan peta epidemologi Covid-19 per 15 Mei 2021, belum ada kapanewon di Sleman yang masuk zona hijau. Meski demikian, saat ini jumlah kapanewon yang masuk zona merah berkurang drastis dari sebelumnya sembilan kapanewon saat ini tinggal dua kapanewon saja.
Kapanewon zona merah berada di Moyudan dan Mlati. Adapun kapanewon zona oranye tercatat 12 lokasi meliputi Gamping, Godean, Minggir, Seyegan, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Sleman, Tempel, Turi dan Pakem. Sementara zona kuning di berada di tiga kapanewon meliputi Kapanewon Cangkringan, Ngemplak dan Ngaglik.
BACA JUGA: Dikira Meninggal dan Siap Dikremasi, Pasien Covid-19 Tiba-Tiba Hidup Lagi
Peta epidemologi ini, kata Joko, sangat dinamis dan tergantung dari munculnya kasus baru di masing-masing kapanewon. Dinkes akan terus mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Cita Mas Jajar (mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter).
"Jangan lupa meskipun sudah pakai masker dan cuci tangan, kalau berkerumun risiko tertular tetap sangat tinggi. Kasus di Sleman dan DIY masih tinggi, penularan masih terjadi, artinya masih banyak orang mengidap virus Corona tapi asimtomatik alias OTG," kata Joko, Senin (17/5/2021).
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Savitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY per 17 Mei terjadi penambahan jumlah kasus baru Covid-19 sebanyak 47 kasus dengan 21 kasus sembuh. Adapun kasus kematian bertambah tiga kasus dari sebelumnya 435 kasus menjadi 438 kasus. "Kami tetap berharap agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Pelanggan Nasional 2026, BPJS Ketenagakerjaan Jogja menghadirkan display produk PEKA dan booth MLT Perumahan untuk memperluas manfaat bagi pekerja.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 18 September 2026 di MPP, Simmade AMPTA, dan Satpas Polresta. Cek lokasi serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri