Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Sejumlah pekerja memasang lantai konblok pada sentra UKM di bekas lahan eks Bioskop Indra di Jalan Malioboro, Jogja, Jumat (15/11/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro meminta Pemda DIY mengkaji secara optimal rencana relokasi sejumlah PKL ke lahan gedung eks Bioskop Indra. Kebijakan itu diambil setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK).
Ketua Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma Rudiarto mengatakan PKL di kawasan Malioboro berharap agar pemerintah setempat menjalin komunikasi yang baik dengan pihak-pihak yang bakal menjalani relokasi. Dengan demikian, ada titik temu yang optimal terkait dengan rencana relokasi itu.
BACA JUGA: ATM Link Awalnya Menguntungkan Nasabah, Kini Harus Bayar
"Harapannya agar ada komunikasi lebih komprehensif dengan PKL, karena jujur dengan adanya perubahan seperti itu Malioboro tanpa PKL jadi kurang menarik," katanya kepada wartawan, Jumat (21/5/2021).
Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan eksistensi PKL di kawasan ini. Sebab, keberadaan PKL turut menyumbang ciri khas pada kawasan Malioboro. "Kalau tidak ada PKL tentu jalan Malioboro tidak ubahnya seperti jalan-jalan lain yang notabene hanya sebatas lalu lintas manusia tanpa pernak-pernik yang ada di sana," jelasnya.
Rudi sama sekali belum memperoleh informasi terkait rencana penataan. Hingga saat ini juga belum ada sosialisasi dari Pemda DIY maupun Pemkot Jogja. Untuk sementara ini, PKL Tri Dharma belum mengambil sikap.
Namun, dia memprediksi banyak PKL yang bakal menolak. “Karena mungkin belum ada kepastian dan sebagainya. Apakah di sana laku dan tidaknya kan belum tahu," paparnya.
Saat ini Paguyuban PKL Tri Dharma telah memiliki sekitar 920 anggota. Selain itu, masih ada 700 PKL lainnya yang mungkin akan merasakan dampak kebijakan relokasi
Sementara, Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendukung penataan ulang kawasan Malioboro. PPMAY juga berharap agar Pemda DIY dapat segera memanfaatkan gedung eks Bioskop Indra untuk merelokasi PKL di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Tak Ada Klaster Sekolah, Semua SMA & SMK di DIY Bisa Gelar PTM
"Sangat mendukung. Dengan harapan eks gedung Indra dipakai buat relokasi teman-teman PKL yang ada di Malioboro," kata Koordimator PPMAY, KRT Karyanto Purbohusodo.
Karyanto meminta agar penataan difokuskan terhadap PKL yang sudah lama berjualan di Malioboro. Sebab, saat ini banyak PKL baru asal luar daerah yang berjualan di kawasan ini. Pemerintah pun perlu melakukan pendataan terhadap para pelaku usaha secara valid.
"Biar Malioboro bisa bersih, rapi, indah, dan bisa kembali seperti dulu. Dan tempat yang dikosongkan harus kosong selamanya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.
Vilmei berencana resign sebagai content creator dan bekerja dari nol untuk mengumpulkan Rp100 juta pertama setelah kasus uang Rp1,2 miliar.
Suzuki mengembangkan mesin 1.2 turbo 126 hp dan 230 Nm yang kompatibel E100, CNG, CBG serta disiapkan bersama teknologi hybrid.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.