Xiaomi Mundur dari Tren HP Super Tipis demi Performa
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Wisatawan sedang menikmati bermain pasir di Pantai Parangtritis. /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memastikan segera menertibkan keberadaan pengamen yang belakangan mulai beroperasi di Pantai Parangtritis.
Keberadaan pengamen dinilai mengganggu kenyamanan dari para pengunjung di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan telah mengetahui terkait adanya fenomena pengamen di Pantai Parangtritis. Selain itu, dirinya juga telah mendengar keluhan dari wisatawan yang meminta agar pengamen di tertibkan di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Bantul akan dilakukan untuk menertibkan keberadaan pengamen yang dirasakan mengganggu kenyamanan pengunjung.
BACA JUGA: Bepergian Jauh Saat Libur Lebaran? 4 Filter Mobil Ini Perlu Segera Diperiksa
Kwintarto memastikan, penertiban tidak hanya akan dilakukan di Pantai Parangtritis, akan tetapi juga di seluruh objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Bantul.
"Kami kondisikan semua objek wisata agar tidak ada pengamen. Kami akan koordinasi dengan SatPol PP untuk penertibannya," kata Kwintarto, Minggu (23/5/2021).
Khusus untuk Pantai Parangtritis, Kwintarto mengungkapkan, sejumlah langkah telah dilakukan pihaknya untuk menambah kenyamanan para pengunjung. Salah satunya adalah penataan pedagang yang berada di selatan barier.
Di lokasi tersebut telah ada papan larangan berjualan dan secara periodik dilakukan penertiban terhadap pedagang yang nekat berjualan,kendati telah ada papan larangan berjualan.
"Ini kami lakukan untuk menambah kenyamanan pengunjung. Sekaligus mengurangi kesemrawutan di kawasan tersebut," lanjutnya.
Sementara salah satu pengunjung di Pantai Parangtritis, Yani, warga Kota Jogja mengaku terganggu dengan keberadaan pengamen di kawasan tersebut. Pengamen mendatangi Yani saat bersama dengan keluarga. Meski tidak memaksa agar memberi uang, namun keberadaan pengamen, membuat dirinya dan keluarga merasa tidak nyaman.
"Kami berharap ditertibkan. Jangan sampai orang yang lagi duduk menikmati suasana pantai didatangi. Ini jelas mengganggu," paparnya.
Yani berharap, Pemkab Bantul menata para pengamen atau bahkan memberikan ruang khusus dengan membuatkan panggung. Tujuannya agar mereka tidak mendatangi pengunjung.
"Karena tidak nyaman rasanya saat duduk bersama keluarga, tiba-tiba didatangi mereka," papar Yani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.