5 Cara Menghemat Air saat Kemarau agar Persediaan Tetap Aman
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Okupansi hotel Jogja tembus 90 persen jelang Jogja 10K 2026, dorong wisata dan ekonomi lokal Yogyakarta. /Istimewa.
Harianjogjacom.com, JOGJA—Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta menunjukkan lonjakan signifikan menjelang gelaran Jogja 10K 2026. Event lari perdana ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan, mendorong okupansi hotel Jogja hingga menembus 90 persen di berbagai kawasan kota.
Antusiasme peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia. Project Director Jogja 10K 2026, Sentanu Wahyudi, mengungkapkan sedikitnya 105 komunitas lari dari Sabang sampai Merauke turut ambil bagian dan hadir langsung meramaikan Kota Gudeg.
"Kami didukung oleh 105 komunitas dari seluruh Indonesia yang hadir ke Yogyakarta untuk bergembira bersama, berwisata, sekaligus menikmati keindahan kota dalam lari," ujar Sentanu.
Menurutnya, atmosfer lomba akan semakin semarak saat hari pelaksanaan. Sepanjang rute, peserta bakal disuguhi sambutan masyarakat, atraksi budaya, cheering, hingga pertunjukan seni yang dikemas sebagai ajang reuni pelari dari berbagai daerah. "Untuk total peserta 9.000 orang dari semua kategori," katanya.
Jumlah peserta yang menembus lebih dari 9.000 orang memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut okupansi hotel Jogja meningkat drastis menjelang pelaksanaan acara.
"Tingkat hunian di Kota Yogyakarta hampir 90 persen bahkan mendekati 100 persen. Ini adalah dampak luar biasa dari kegiatan Jogja 10K," kata Deddy.
Ia menjelaskan, lonjakan tamu tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Malioboro, tetapi juga meluas ke wilayah selatan, timur, hingga barat kota. Kondisi ini terjadi karena ketersediaan kamar di pusat kota mulai terbatas. Dampak ekonomi turut dirasakan pelaku UMKM lokal yang ikut kecipratan rezeki dari pergerakan wisatawan.
"Dari 9.000 lebih peserta, sebanyak 80 persen atau sekitar 7.000 orang berasal dari luar Jogja. Di beberapa hotel bahkan sudah full book," ungkapnya.
Dukungan terhadap Jogja 10K juga datang dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta, yang akrab disapa Wawan, menilai konsep acara bertajuk Every Step Tells a Story mampu menghadirkan pengalaman berbeda melalui interaksi langsung antara peserta dan masyarakat.
Ia pun berharap event ini bisa masuk dalam kalender pariwisata tahunan Kota Yogyakarta. Dengan capaian tahun ini, ia optimistis jumlah peserta Jogja 10K akan terus meningkat pada edisi berikutnya.
"Harapan kami ke depan, Jogja sebagai kota para runners akan memiliki banyak kegiatan serupa. Jika tahun ini 9.000 peserta, insyaallah tahun depan bisa tembus 20.000 orang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat mobil boros BBM dan meningkatkan risiko kecelakaan. Simak tekanan ban ideal dan manfaat
Mitchell Baker dan Wing Naing Tun sama-sama 4 gol di puncak top skor Piala AFF 2026. Paulo Josue, Than Paing, dan Nguyen Dinh Bac menyusul dengan 3 gol.
Nokia 1100 masih menjadi ponsel terlaris sepanjang sejarah dengan penjualan 250 juta unit. Simak daftar 20 ponsel paling laris di dunia versi Visual Capitalist.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
CDC menyelidiki wabah salmonella terkait cabai jalapeno yang menyebabkan 345 orang sakit di 27 negara bagian AS dan 36 dirawat di rumah sakit.