Pemkot Magelang Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Pengangkatan Anak
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Gedung selter atau tempat karantina bagi pasien Covid-19 . /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, BANTUL - Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Bantul memastikan pencatatan dan kewajiban karantina untuk pemudik yang datang ke Bumi Projotamansari di tingkat mikro tetap dijalankan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan pencatatan dan kewajiban karantina tetap dilakukan untuk pemudik yang datang ke Bantul, meski libur Lebaran 2021 telah berakhir. Hal ini mengacu kepada Instruksi Bupati Bantul Nomor 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketujuh PPKM Mikro di Bantul untuk pengendalian penyebaran Covid-19.
BACA JUGA : Pemudik Masuk Sleman Tetap Wajib Karantina
“Masih tetap berlaku. Pencatatan mobilisasi warga tetap dicatat oleh Satgas desa. Persyaratan perjalanan juga masih diberlakukan nasional, yakni kelengkapan tes antigen, PCR dan genose. Jika tidak bisa menunjukkan hasil, maka harus menjalani karantina,” terang Oki.
Penewu Kapanewon Bambanglipuro Lukas Sumanasa mengatakan pencatatan dan kewajiban karantina tetap dilakukan untuk pemudik tetap diberlakukan untuk pemudik yang kembali ke wilayahnya. Kendati demikian, ia mengakui jika saat ini tidak ada pemudik yang kembali ke Bambanglipuro, saat libur Waisak.
“Memang belum ada lagi yang datang. Terakhir saat Lebaran kemarin ada 57 pemudik yang datang dan dicatat serta harus menjalani isolasi. Meski demikian, kami tetap memberlakukan aturan yang sama, yakni isolasi dan dilakukan pencatatan untuk warga yang datang ke wilayah kami,” ucap Lukas.
BACA JUGA : Mulai dari Rp3 Juta per Paket, Ini Biaya Karantina Pemudik
Sedangkan, Lurah Sumbermulyo, Ani Widayani mengatakan jika saat ini tidak ada pemudik yang datang ke wilayahnya. Kendati demikian, pencatatan, kewajiban menunjukkan hasil swab dan isolasi terhadap warga yang datang ke wilayahnya tetap dilakukan. “Hal ini mengacu kepada instruksi bupati kemarin. Jadi kami hanya mengikuti saja,” ucap Ani.
Sementara salah satu pemudik di Jambidan, Banguntapan, Rinto mengaku tetap dicatat kedatangannya oleh Satgas Covid-19 kalurahan setempat. Selain itu, dirinya juga harus menunjukkan hasil swab kepada Satgas setempat. “Setelah itu, saya harus isolasi. Kemarin sudah isolasi mandiri dan diawasi oleh satgas kalurahan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.