Pemudik Masuk Sleman Tetap Wajib Karantina Mandiri

Pemudik bersiap menaiki bus tujuan luar daerah di terminal Giwangan, Kota Jogja, Jumat (23/4/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
26 Mei 2021 20:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemudik maupun warga yang datang ke Sleman untuk studi tetap harus menaati protokol kesehatan yang berlaku seperti membawa surat antigen maupun menjalani karantina mandiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman Budiharjo menuturkan sistem pengawasan kepada para pemudik dan pendatang pasca larangan mudik Lebaran masih berjalan. "Prinsip Satgas Penanganan Covid-19 di kalurahan tetap melaksanakan kegiatan seperti saat pengetatan mudik kemarin," ujar Budiharjo pada Rabu (26/5/2021).

Menurutnya, pascaarangan mudik usai, ia memperkirakan masih ada pemudik yang datang ke wilayah Sleman. Satgas Penanganan Covid-19 di kalurahan diharapkan tetap melakukan pencatatan terhadap pemudik. "Tapi sampai saat ini kami belum memiliki lengkapnya," kata dia.

BACA JUGA: Wakil Dubes RI di India Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Dalam masa larangan mudik, Pemkab Sleman memberlakukan kebijakan bagi pemudik yang tetap nekat pulang kampung untuk wajib karantina selama 5 hari di selter setiba di Sleman dengan biaya ditanggung oleh pemudik. Hal itu dijalankan apabila pemudik tersebut tidak dapat menunjukkan surat keterangan sehat atau bukti tes antigen dengan hasil negatif.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji memastikan pihaknya di Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama para kepala dusun, satgas padukuhan, serta rukun tetangga dan rukun warga tetap memantau adanya pendatang yang masuk ke wilayah Kalurahan Condongcatur. Sehingga, jika ada warga pendatang atau pemudik yang datang harus melaporkan ke satgas kalurahan sekaligus menunjukkan dokumen hasil tes antigen negatif atau surat keterangan sehat dari dokter.

"Sejauh ini kalau kita pantau belum ada peningkatan pendatang, termasuk dari mahasiswa karena kampus juga belum masuk. Kami tetap menjaga protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan padukuhan dan kapanewon," kata Reno.

Ia menambahkan di Kalurahan Condongcatur sudah menyiapkan shelter untuk pemudik atau pendatang yang hendak melaksanakan isolasi mandiri sebanyak enam kamar. "Sama seperti aturan Bupati Sleman, isolasi mandiri harus selama lima hari," ujarnya.