Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Konferensi pers terkait kegiatan bersepeda sekaligus penanaman pohon etnik di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Senin (31/5/2021). Harian Jogja-Sirojul Khafid.
Harianjogja.com, UMBULHARJO --Pemerintah Kota Jogja akan menggelar kegiatan bersepeda sekaligus menanam pohon etnik pada 12 Juni 2021. Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Sepeda Sedunia (3 Juni) dan Hari Lingkungan Hidup (5 Juni). Rencananya akan ada empat jalur bersepeda yang nantinya digunakan para peserta.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko menjelaskan empat jalur bersepeda ini berangkat dan finish di empat destinasi wisata yang berbeda.
Keempat tempat finish ini yaitu Becak Maju di Kemantren Tegalrejo, Embung Budaya di Giwangan, Grojogan Tanjung di Wirobrajan, dan Dewa Bronto di Mergangsan. Seluruh peserta akan terbagi menjadi kelompok yang terdiri dari 20-30 pesepeda di tiap jalur.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Luncurkan Rute Wisata Sepeda
"Mungkin kalau di Gembira Loka Zoo, Kraton Jogja, atau Taman Sari sudah terkenal dan terbiasa. Kami coba carikan tempat wisata yang belum familiar. Kami coba kenalkan wisata alternatif kepada masyarakat Jogja," kata Wahyu dalam acara jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Jogja, Senin (31/5/2021).
Setelah para peserta yang berjumlah sekitar 100 orang ini sampai di destinasi masing-masing, mereka akan menanam pohon etnik seperti gayam, kenari, mentaok, dan lainnya. Peserta acara yang berasal dari komunitas sepeda di Jogja ini memang dibatasi dalam rangka penerapan protokol kesehatan (prokes). Bagi komunitas lain yang tidak tergabung dalam acara Dispar Jogja, bisa melakukan acara sendiri dengan penerapan prokes yang lebih ketat.
"Selain mengenalkan tempat wisata alternatif, kami juga mencoba menarik hikmah dari peringatan Hari Sepeda dan Lingkungan Hidup ini. Kami sepakat penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi berkelanjutan dan [pertimbangan] lingkungan sebagai isu utama di setiap pembangunan," kata Wahyu.
BACA JUGA : Yuk Wisata Bersepeda! Banyak Rute Menarik di Jogja
Selain acara bersepeda dan menanam pohon, Dispar Jogja sekaligus launching program wisata Monalisa atau Menikmati Harmoni Jogja Dengan Lima Jalur Sepeda. Monalisa ini gabungan dari wisata olahraga bersepeda, menikmati harmoni Jogja dari segi bangunan serta masyarakatnya, serta kuliner dan atraksi seni budaya. Dari lima jalur ini, sudah ada paket sepanjang jalur terkait beberapa jenis wisata tersebut.
Wisatawan tidak perlu repot membawa sepeda sendiri. Mereka tinggal datang ke tempat pemberangkatan dan sudah tersedia sepeda beserta seluruh perlengkapannya. Selain pemerintah, pihak lain yang terlibat seperti kampung wisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Taeyang BIGBANG merilis album Quintessence setelah 9 tahun, berisi 10 lagu dan kolaborasi global lintas musisi.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.