Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DIY berkalaborasi dengan Pemda DIY untuk mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan.
Paku Alam mengatakan Pemda DIY memiliki data kemiskinan termasuk wilayah kapanewon dan kemantren yang masuk dalam kategori miskin, “Kemudian data lain terkait pandemi juga tentu ada dampaknya,” kata Paku Alam, seusai melantik pengurus Baznas DIY periode 2021-2026 di Kompleks Kepatihan, Rabu (2/6/2021).
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan Naik, Dinpar Gunungkidul Tekankan Prokes
Menurut Paku Alam, saat ini banyak warga DIY yang berempati atas kondisi masyarakat di luar negeri. “Mestinya itu ditangkap sebagai peluang,” ucap Paku Alam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan DIY 2020 sebesar 12.8%, lebih tinggi dari rata-rata nasional, yakni 10,19%. Ketimpangan pendapatan juga masih tertinggi secara nasional, yakni sebesar 0.4516. Kemiskinan tertitinggi di kabupaten Kulonprogo sebesar 16% lebih dan terendah di kota sekitar 6,3%.
Ketua Baznas DIY, Puji Astuti menyatakan siap berkalaborasi dengan Pemda DIY untuk membantu mengentaskan kemiskinan. Menurut dia, pengentasan kemiskinan dan kesenjangan menjadi salah satu program Baznas, “Karena memang gerak Baznas itu di ranah itu [pengentasan kemiskinan],” ujar Tuti-sapaan akrab Puji Astuti.
Tuti mengatakan banyak sumber zakat yang belum tergarap optimal, bahkan sumber utama dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY, pegawai intansi vertikal dan pegawai BUMN dan BUMD saja belum tergarap maksimal.
Pihaknya berupaya terus meningkatkan kesadaran zakat terutama bagi sumber utama dan juga yang lainnya agar mengeluarkan zakat penghasilannya sebesar 2,5% dari gaji. Sosialisasi terus dilakukan sampai melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Target perolehan zakat Baznas DIY tahun ini sebesar Rp5,5 miliar. Sementara perolehan 2020 sebesar Rp5,5 miliar, lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Tuti meyakini tahun ini perolehan zakat lebih tinggi dari target.
“Sekarang baru lima bulan termasuk bagus 2021 target Rp5,5 saat ini sudah mencapai Rp4,8 miliar. Kemungkinan ini masih tujuh bulan jelas melebihi target nanti karena sekarang saja sudah Rp4,8 miliar,” ujar Tuti disampingi Plt Ketua Baznas periode sebelumnya, Mukhlas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.