Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ada Pesan Damai dan Kepedulian untuk NTT
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Harda Kiswoyo saat disumpah saat pelantikan Sekda Sleman, Selasa (25/2/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Satgas Covid-19 Sleman akan memperbaiki pola komunikasi dengan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Kapanewon dan Kalurahan. Hal itu menjadi salah satu evaluasi yang dilakukan Pemkab terkait penanganan Covid-19.
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan meskipun kasus-kasus baru Covid-19 bermunculan namun Pemkab tidak akan kendor untuk mengingatkan warga agar konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes). Jika segala potensi dilakukan namun masih muncul kasus-kasus baru, maka hal itu tak ubahnya sebagai ujian dari Tuhan.
"Teguran dari Gubernur DIY kepada Pemkab Sleman disikapi sebagai teguran orang tua kepada anaknya. Evaluasi sudah dilakukan dan akan dilakukan perbaikan. Kami akan memperbaiki komunikasi antar Satgas untuk implementasi PPKM," katanya, Rabu (2/6/2021).
Komunikasi yang dilakukan, lanjut Harda, terutama terkait peningkatan kedisplinan masyarakat untuk menerapkan Prokes. Semua pihak, kata Harda harus disiplin untuk menerapkan Prokes. Terkait adanya ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan prokes, Pemkab sudah menyikapi dan melakukan penguatan pesan kepada Satgas Kapanewon dan Kalurahan.
BACA JUGA: Setelah Lebaran, Begini Gambaran Penularan Covid-19 DIY
"Tak kalah penting bagaimana mendidik masyarakat. Ini penting untuk membangun psikologis masyarakat untuk menambah kekuatan dan meningkatkan imunitas. Kalau imunitasnya turun justru akan rentan terpapar Covid-19," katanya.
Kabag Organisasi Setda Sleman Anton Sujarwa mengatakan penguatan sinergi dan komunikasi antar Satgas menjadi perhatian penting Pemkab. Selain itu, katanya, Pemkab meminta seluruh Satgas untuk menggugah kembali kedisiplin warga agar menerapkan prokes.
"Sebab dari beberapa kasus yang muncul seluruhnya terkait erat dengan masalah (ketidak) kedisiplinan prokes warga. Ke depan perlu dipertajam kedisiplinan masyarakat dalam melaksankan anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19," kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
InJourney Destination Management menggelar wayang kulit semalam suntuk di Sleman dengan lakon Wahyu Katentreman. Pagelaran gratis dan libatkan UMKM lokal.
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
AirNav memperpanjang penutupan tiga bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp40 triliun untuk membayar angsuran dan bunga Kopdes yang jatuh tempo 27-28 September 2026.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 50.000 kaki yang berdampak pada empat bandara dan keselamatan penerbangan.