Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pelaksanaan klarifikasi dan evaluasi pada Lomba Desa/Kalurahan Tingkat DIY yang digelar secara virtual di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Rabu (2/6/2021). Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN- Kalurahan Tamanmartani Kapanewon Kalasan, Sleman maju dalam Lomba Desa/Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY. Uniknya, kunjungan lapangan lomba ini digelar secara virtual dan memerhatikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Lurah Tamanmartani Gandang Hardjanata mengatakan jika biasanya tinjauan atau klarifikasi lapangan dilakukan tim evaluasi secara tatap muka dengan berkunjung langsung ke lapangan, maka Kalurahan Tamanmartani menggelar kegiatan secara daring.
BACA JUGA : Anggaran Dikepras, Begini Jadinya Format Lomba Desa
Tim evaluasi atau para juri, kata Gandang cukup melakukan wawancara dengan narasumber secara daring via zoom. Hal ini dilakukan kalurahan demi mentaati protokol kesehatan. Mereka memanfaatkan teknologi juga untuk menghindari kerumunan warga.
"Di kalurahan lain untuk penilaian biasanya tim juri datang ke lokasi dan warga antusias untuk datang. Tapi karena kondisi pandemi maka pelaksanannya dibatasi," kata Gandang kepada Harian Jogja, Rabu (2/6/2021).
Bupati Sleman Kustini mengapresiasi inovasi kalurahan Tamanmartani yang mampu mengadakan kegiatan klarifikasi secara daring ini. Dia berharap pemanfaatan teknologi ini dapat mencegah penularan Covid-19.
"Lomba kalurahan ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan juga pelayanan kepada masyarakat," kata Kustini.
Lomba tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar warga dan kalurahan untuk menjadi yang terbaik. Terutama masalah pelayanan dan pembangunan.
"Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di kalurahan bukan hanya ditentukan oleh kualitas lurah beserta perangkatnya tetapi juga ditentukan oleh dukungan masyarakat”, kata Kustini.
BACA JUGA : LOMBA DESA Bikin Warga Semangat!
Kepala Biro Bermas Setda DIY, Sukamto menyampaikan pelaksanaan pelayanan administrasi di Kalurahan Tamanmartani sudah berjalan dengan baik. Kalurahan Tamanmartani juga mampu menfaatkan IT dengan baik dalam pelayanannya, serta sejumlah sistem jemput bola.
“Tadi juga sudah keliling semua wawancara sudah menggunakan daring berarti pelaksanaan IT disini sudah bagus," ujarnya.
Sukamto berharap agar Lomba Desa/Kalurahan dan Kelurahan tidak dipandang sebagai ajang untuk mendapatkan kejuaraan saja tetapi menjadi instrumen untuk mengevaluasi keberhasilan perkembangan Desa/Kalurahan.
Makanya, penilaian yang dilakukan tidak hanya pada aspek pemerintahan dan kewilayahan tetapi juga aspek kemasyarakatan. "Yang paling penting dan utama melalui ajang ini, Desa/Kalurahan dan Kelurahan berkesempatan untuk mendapatkan pembinaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.