MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, SLEMAN- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto berharap agar warga terdampak pembangunan jalan tol bersabar dengan segala proses dan pentahapan pencairan dana ganti kerugian. Saat ini, proses dan tahapan pembebasan lahan terus berjalan.
"Tim Appraisal sudah turun untuk menyelesaikan penilaian di Cupuwatu dan Kadirojo 2. Tetapi waktu musyawarahnya belum bisa kami pastikan karena belum ada anggaran untuk bayar tanahnya," katanya, Jumat (4/6/2021).
Ia menjelaskan kebutuhan dana untuk pembebasan lahan untuk seksi 1 masih sekitar Rp2 triliun. Hingga kini, LMAN sudah menyalurkan sekitar Rp1,195 triliun sebanyak Rp887,975 M di wilayah Jawa Tengah dan Rp307,490 M di wilayah DIY. "Jateng sebanyak 1.034 bidang dan DIY 244 bidang," paparnya.
Baca juga: Petani Hutan Kulonprogo, Gunungkidul, & Sleman Dapat Hibah Kendaraan Ratusan Juta
Terkait nilai ganti kerugian yang diterima warga terdampak, kata Totok, sepenuhnya kewenangan tim appraisal. Tim appraisal bekerja secara independen tanpa intervensi baik dari PPK maupun BPN. "Untuk tiga dusun tersebut ada sekitar 250 bidang. Kami tinggal nunggu pencocokan data appraisal dan nominatif," katanya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Pengadaan Lahan Jalan Tol Kanwil BPN DIY, Syamsul Bahri. Dia mengatakan kegiatan musyawarah warga terdampak masih menunggu ketersediaan dana. Hal ini dilakukan agar jeda waktu pencairan dana ganti kerugian tidak terlalu lama.
"Jadi seperti itu. Kami masih menunggu ketersediaan dana sebelum musyawarah warga kami gelar. Agar jeda waktunya (pencairan) tidak terlalu lama. Agar nilai ganti kerugian benar-benar menguntungkan warga," kata Syamsul.
Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19
Hingga kini, lanjut dia, tim appraisal masih melakukan penilaian di tiga dusun berbeda. Mulai Cupuwatu, Kadirojo 2 dan Temanggal 1. Sama halnya dengan PPK, Syamsul menyatakan jika hasil penilaian ganti kerugian menjadi wewenang dari tim appraisal.
Selama ini, kata Syamsul, warga terdampak selama ini tidak mempermasalahkan nilai ganti kerugian yang diterima. Justru banyak yang senang dan bersyukur. "Kami belum mendapatkan informasi warga kecewa dengan nilai ganti kerugian yang diterima. Kami masih menunggu hasil dari penilaian itu. Ya targetnya Juni ini selesai dan dilaporkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.