Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta resmi membuka posko pengaduan dan informasi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2021/2022 bertempat di kantor instansi tersebut yang berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta.
“Posko ini dibuka dengan tujuan memantau pelaksanaan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” kata Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Wahyu Wijayanta di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, dimungkinkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mekanisme PPDB untuk tahun ajaran 2021/2022 sehingga kemudian mengalami kesulitan saat mengaksesnya.
“Masyarakat bisa mengadukan keluhan terkait proses PPDB ke Forpi. Layanan tidak hanya bisa disampaikan secara langsung tetapi juga bisa melalui telepon,” katanya.
BACA JUGA: Kendalikan Covid, Sultan Minta Masyarakat Jangan Sombong
PPDB untuk jenjang SD dan SMP di Kota Yogyakarta pada tahun ajaran 2021/2022 dilaksanakan berdasar Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 25 Tahun 2021 yang kemudian diperbarui menjadi Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2021.
Secara keseluruhan, proses PPDB pada tahun ini tetap mengacu pada mekanisme zonasi dengan membagi zona menjadi dua yaitu zona dalam Kota Yogyakarta dan zona luar Kota Yogyakarta.
Proses PPDB jenjang SMP negeri seluruhnya dilakukan melalui sistem real time online, sedangkan sistem daring untuk SD akan diikuti 35 sekolah.
PPDB untuk SD menerapkan mekanisme penghitungan umur dan juga zona tempat tinggal siswa. Sedangkan untuk jenjang SMP dibagi dalam berbagai jalur penerimaan yaitu prestasi 20 persen, zonasi 59 persen, afirmasi 16 persen, dan mutasi orang tua lima persen.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori mengatakan akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama proses PPDB sebagai upaya untuk meminimalisasi potensi penularan kasus COVID-19.
“Meski sudah sepenuhnya dilakukan secara daring, khususnya untuk SMP, tetapi masih ada proses untuk registrasi atau penyerahan berkas secara langsung ke sekolah. Ini yang perlu diantisipasi,” katanya.
Seluruh proses PPDB jenjang SD dan SMP di Kota Yogyakarta akan dilakukan selama sekitar dua pekan yaitu 9-24 Juni.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.