Kendalikan Covid, Sultan Minta Masyarakat Jangan Sombong

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (21/1/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
07 Juni 2021 19:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta masyarakat mencontoh Kraton Jogja dalam disiplin protokol kesehatan dengan tidak menggelar acara-acara kerumunan. Pernyataan Sultan tersebut menanggapi tingginya angka kasus Covid-19 di DIY dalam beberapa hari terakhir ini.

Sultan mengatakan saat ini masyarakat berperan besar menekan angka penularan Covid-19 dengan menjaga disiplin protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan menghindari kerumunan.

BACA JUGA: Gara-Gara Tanaman, Ganti Rugi Jalan Tol Jogja-Solo Sisakan Masalah

“Harapan saya kepada masyarakat, kita sama-sama menjaga, jangan sombong lah, jangan ngumbar egonya sendiri, bahwa kerumun itu tidak boleh. Kalau punya acara jangan berkerumun,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (7/6/2021).

Raja Kraton Ngayogyakarta ini mengaku sudah meniadakan acara-acara yang bersifat kerumunan di Kraton seperti acara gunungan dan sebagainya karena acara tersebut dapat menimbulkan kerumunan. Sultan berharap apa yang dilakukan Kraton juga ditiru oleh masyarakat dengan tidak menggelar acara-acara yang dapat menyebabkan kerumunan.

Sultan tidak melarang acara pernikahan dan syawalan, namun diusahakan terbatas dan tidak mengundang tamu terlalu banyak . “Mestinya enggak hanya saya, orang lain kalau ada yang mau nikahkan dan sebagainya enggak usah banyak-banyak [tamu] sehingga berkerumun, syawalan juga jangan banyak-banyak, kalau bisa dihindari,” ujar Sultan.

“Harus betul-betul dijaga yang sudah hijau ini enggak jadi merah. Kalau seenaknya sendiri dan nular ya merah.”

BACA JUGA: Seluruh Pesisir Pantai Jawa Timur Berisiko Diterjang Tsunami 29 Meter

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY, terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per 7 Juni 2021 sebanyak 253 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  46.436 kasus.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini terbanyak dari Kulonprogo 76 kasus, kemudian disususl Sleman 52 kasus, Bantul 51 kasus, Gunungkidul 50 kasus, dan Jogja sebanyak 24 kasus. Penambahan kasus positif ini hasil pemeriksaan 1.404 sampel. Total sampel yang diperiksa mencapai 298.231 sampel.

Adapun jumlah orang yang diperiksa totalnya mencapai 272.723 orang, termasuk 1.397 orang di antaranya diperiksa selama 24 jam. “Rincian riwayat sementara [penambahan] kasus terkonfirmasi Covid-19 ini berdasarkan periksa mandiri 42 kasus, tracing kontak kasus positif 177 kasus, screening karyawan kesehatan dua kasus, perjalanan luar daerah tiga kasus, dan belum ada info [belum diketahui riwayatnya] 29 kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, Senin (7/6/2021).

Dalam hari yang sama juga terjadi penambahan pasien meninggal dunia sebanyak enam orang, sehingga total kasus meninggal menjadi  1.225 kasus. Enam yang meninggal dunia karena Covid-19 ini lima dari Sleman dan satu orang dari Bantul.

Sementara penambahan kasus sembuh sebanyak  206 kasus, sehingga total sembuh menjadi 42.581 kasus. Penambahan kasus sembuh ini dari Jogja 36 kasus, Kulonprogo 21 kasus, Gunungkidul lima kasus, dan Sleman 87 kasus.