HP Mulai Bermasalah? Kenali Gejalanya Sebelum Memutuskan Ganti
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah pengelola wisata di Bumi Projotamansari berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan.
Sebab, selama ini, meski telah memasang sejumlah sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan di lokasi yang mereka kelola, namun sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan dari Pemkab Bantul.
Pengelola Wisata Kedungasri, Sungapan, Sriharjo, Imogiri, Warsono mengatakan beberapa waktu lalu, wisata di tepian Sungai Oya yang menawarkan keindahan bentang alam tepian sungai dengan menaiki perahu itu sempat ditutup karena pandemi dan cuaca beberapa waktu lalu. Selain itu, adanya paparan Covid-19 di sekitar lokasi wisata, membuat pengelola menutup kawasan tersebut.
"Ini yang membuat kami lebih hati-hati. Saat ini kami sudah mulai buka. Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat untuk pengunjung," katanya, Senin (14/6/2021).
Untuk menerapkan protokol kesehatan, lanjut dia, pengelola mengusahakan sarana dan prasarana secara mandiri. Sebab, sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemkab Bantul terkait sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan.
Baca juga: Covid-19 Merjalela, Hajatan & Kegiatan Sosial di Sleman Tetap Banyak
"Tempat cuci tangan, masker, handsanitizer semua kami usahakan sendiri. Kami juga ketat dalam mengecek suhu pengunjung. Kami harapkan, ada bantuan dari sarana dan prasarana dari pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan," paparnya.
Hal sama juga diungkapkan oleh koordinator pengelola objek wisata Batu Kapal, Samsi Dwi Asapa Rudin. Ia menyebutkan jika 9 titik tempat cuci tangan, handsanitizer dan sarana serta prasarana yang saat ini ada di objek wisata tersebut diusahakan oleh pengelola. Sementara bantuan dari Pemkab Bantul berupa sarana dan prasarana untuk protokol kesehatan belum ada.
"Kami masih menunggu. Kami sebenarnya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk sarana dan prasarana protokol kesehatan," ucapnya.
Anggota komisi B Mahmudin mendesak agar semua objek wisata baik yang terdaftar dan tidak terdaftar di Dinas Pariwisata Bantul untuk mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan.
"Khususnya untuk wisata berbasis komunitas. Apalagi saat ini kunjungan wisata mulai naik, tapi bantuan sarana dan prasarana untuk objek wisata belum sepenuhnya terealisasi," katanya.
Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyatakan bantuan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan sejatinya sudah diberikan kepada objek wisata di Bantul. Hanya saja, bantuan diberikan untuk objek wisata yang terdaftar.
"Khusus yang belum terdaftar, belum kami berikan. Karena memang harus legal kepengurusannya [objek wisata yang dikelola komunitas]," jelas Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.
Jenazah Taruno Hidayat, korban KMP Virgo, ditemukan di Masalembo dan dimakamkan di Madiun. Adiknya masih dalam pencarian.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.