FIFA Panen Kritik, Presiden LaLiga: Infantino Harus Mundur
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah pengelola wisata di Bumi Projotamansari berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan.
Sebab, selama ini, meski telah memasang sejumlah sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan di lokasi yang mereka kelola, namun sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan dari Pemkab Bantul.
Pengelola Wisata Kedungasri, Sungapan, Sriharjo, Imogiri, Warsono mengatakan beberapa waktu lalu, wisata di tepian Sungai Oya yang menawarkan keindahan bentang alam tepian sungai dengan menaiki perahu itu sempat ditutup karena pandemi dan cuaca beberapa waktu lalu. Selain itu, adanya paparan Covid-19 di sekitar lokasi wisata, membuat pengelola menutup kawasan tersebut.
"Ini yang membuat kami lebih hati-hati. Saat ini kami sudah mulai buka. Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat untuk pengunjung," katanya, Senin (14/6/2021).
Untuk menerapkan protokol kesehatan, lanjut dia, pengelola mengusahakan sarana dan prasarana secara mandiri. Sebab, sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemkab Bantul terkait sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan.
Baca juga: Covid-19 Merjalela, Hajatan & Kegiatan Sosial di Sleman Tetap Banyak
"Tempat cuci tangan, masker, handsanitizer semua kami usahakan sendiri. Kami juga ketat dalam mengecek suhu pengunjung. Kami harapkan, ada bantuan dari sarana dan prasarana dari pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan," paparnya.
Hal sama juga diungkapkan oleh koordinator pengelola objek wisata Batu Kapal, Samsi Dwi Asapa Rudin. Ia menyebutkan jika 9 titik tempat cuci tangan, handsanitizer dan sarana serta prasarana yang saat ini ada di objek wisata tersebut diusahakan oleh pengelola. Sementara bantuan dari Pemkab Bantul berupa sarana dan prasarana untuk protokol kesehatan belum ada.
"Kami masih menunggu. Kami sebenarnya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk sarana dan prasarana protokol kesehatan," ucapnya.
Anggota komisi B Mahmudin mendesak agar semua objek wisata baik yang terdaftar dan tidak terdaftar di Dinas Pariwisata Bantul untuk mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan.
"Khususnya untuk wisata berbasis komunitas. Apalagi saat ini kunjungan wisata mulai naik, tapi bantuan sarana dan prasarana untuk objek wisata belum sepenuhnya terealisasi," katanya.
Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyatakan bantuan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan sejatinya sudah diberikan kepada objek wisata di Bantul. Hanya saja, bantuan diberikan untuk objek wisata yang terdaftar.
"Khusus yang belum terdaftar, belum kami berikan. Karena memang harus legal kepengurusannya [objek wisata yang dikelola komunitas]," jelas Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Penanganan stunting (tengkes) di DIY tidak hanya bertumpu pada peran keluarga, tetapi juga memerlukan dorongan masif dari ekosistem komunitas.
Media sosial tak lagi sekadar menjadi ruang hiburan. Melalui bedah buku berjudul 300 Juta Pertama dari YouTube dan Facebook yang digelar Dinas Perpustakaan
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Peringatan HAN 2026 di Prambanan libatkan ratusan siswa. Edukasi budaya, bantuan sosial, dan pesan penting untuk generasi muda.