WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Meski sejumlah klaster perkampungan dan keluarga bermunculan, Pemkab Sleman masih mengizinkan hajatan dan kegiatan sosial lainnya. Plt Kepala Satpol PP Sleman, Susmiarta, mengakui hajatan dan kegiatan di Sleman saat ini masih cukup banyak.
"Berdasarkan tembusan [surat] rekomendasi dari Satgas [satuan tugas] Penanganan Covid-19 Kapanewon dan Kabupaten yang kami terima, memang banyak hajatan dan kegiatan sosial lainnya," katanya, Minggu (13/6/2021)
Meski demikian ia tidak bisa menyebutkan berapa banyak jumlah hajatan dan kegiatan sosial karena surat yang ditembuskan hingga Satpol PP Sleman hanya hajatan yang berlokasi di gedung, sementara yang berlokasi di rumah hanya sampai Satgas tingkat kapanewon.
Selain itu, monitoring pelaksanaan hajatan dan kegiatan sosial jiga dilakukan oleh Satgas tingkat Kapanewon. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman, Budiharjo, mengatakan pada prinsipnya hajatan dan kegiatan sosial masih diperbolehkan.
BACA JUGA: Ditinggal di Mobil, Emas Puluhan Gram Raib Milik Warga Gamping Raib
Meski demikian harus dipastikan penyelenggara memenuhi ketentuan dan protokol kesehatan, dengan surat rekomendasi dari Satgas Kabupaten. "Kegiatan sosial harus ada rekomendasi dari Satgas Kabupaten," ungkapnya.
Panewu Cangkringan, Suparmono, menjelaskan hajatan dan kegiatan sosial di wilayahnya masih ada dengan seizin Satgas Kapanewon. "Satu sampai dua jam sebelum pelaksanaan, tim Satgas Kapanewon dan Kalurahan akan cek lokasi," ujarnya.
Sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi penyelenggara diantaranya kapasitas tempat hanya dipakai 25%, tidak boleh makan di tempat, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, pengukur suhu tubuh di pintu masuk serta kursi ditata dengan jarak 1,5 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Penggerebekan narkoba di Katingan ricuh, satu polisi gugur dan dua anggota hilang. Pencarian masih berlangsung.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Ichsan Pratama. Gelandang kunci Super Elja musim lalu kini meninggalkan tim.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.