Marquez Belum Podium di MotoGP 2026, Pedrosa Buka Suara
Dani Pedrosa mengungkap penyebab Marc Marquez terpuruk di MotoGP 2026 akibat cedera bahu, mental, dan masalah motor Ducati.
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, saat menyampaikan pemaparan dalam acara penandatanganan naskah kesepahaman BKKBN dan Tanoto Foundation yang ditayangkan secara virtual, Kamis (20/5/2021). /ANTARA-Andi Firdaus
Harianjogja.com, BANTUL - Angka kasus stunting di Indonesia diprediksi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI meningkat hingga 32,5 persen saat pandemi Covid-19.
Untuk menekan persentase tersebut, maka perlu ada pencanangan program pengawasan bayi hingga berumur 1.000 hari agar bebas dari stunting.
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan besaran presentase kenaikan tersebut didasarkan kepada prediksi dari para ahli. Selain itu angka itu kemungkinan bisa meningkat, mengingat pandemi Covid-19 masih terjadi.
"Karena kematian ibu dan kematian bayi anak naik. Kalau kematian bayi naik mesti morbiditasnya naik, kalau mortal naik itu morbid naik," kata Hasto, di Kalurahan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin (14/6/2021).
Sementara untuk stunting, terjadi karena sakit berulang-ulang. Karena, lanjut Hasto, kasus stunting tidak harus disebabkan karena kemiskinan. Akan tetapi, dikarenakan minimnya pengawasan tumbuh kembang bayi hingga berusia 2 tahun. Adapun, salah satu cara mengatasi stunting, adalah dengan program bayi hebat dengan mengawasi tumbuh kembang bayi hingga berumur 1.000 hari. Agar usaha mengatasi stunting ini maksimal, maka BKKBN menggandeng sektor swasta.
"Ini sudah saya usulkan di dalam Perpres. Jika BKKBN ditunjuk menjadi koordinator percepatan penanganan stunting, kami ingin 5 juta ibu hamil di Indonesia didampingi," lanjut Mantan Bupati Kulonprogo ini.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting BKKBN DIY Yuni Hastuti menyatakan program bayi hebat adalah program antistunting berkelanjutan. Di mana, program ini meliputi pendampingan, pemantauan dan pemberian bantuan makanan tambahan kepada ibu hamil dari keluarga tidak mampu sampai bayi berusia 2 tahun.
"Ke depan harapannya, warga juga bisa memberikan bantuan dalam bentuk materi atau tenaga untuk menurunkan stunting," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dani Pedrosa mengungkap penyebab Marc Marquez terpuruk di MotoGP 2026 akibat cedera bahu, mental, dan masalah motor Ducati.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.