PAD Gunungkidul Ditarget Naik Rp25,57 Miliar di APBD Perubahan
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty (tengah) saat menjelaskan berkaitan dengan stok vaksin corona kepada Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam sidak yang dilakukan di ruang penyimpanan vaksin milik Dinas Kesehatan, Rabu (23/6/2021)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan Gunungkidul harus mempercepat proses vaksinasi karena masa izin edar vaksin yang hampir habis lantaran kedaluarsa ada yang sampai akhir Juni hingga September mendatan. Total stok yang tersimpan di gudang penyimpanan hampir 20.000 dosis vaksin corona.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, untuk jenis vaksin ada dua, yakni AstraZeneca dan Sinovac. Ia tidak kedua jenis vaksin ini memiliki masa edar yang tidak lama lagi. Sebagai contoh, AstraZeneca yang stoknya masih sekitar 490 dosis izin edarnya akan habis akhir Juni ini. Sedangkan untuk Sinovac ada 19.450 dosis akan habis edarnya di Oktober mendatang.
Terkait dengan masa izin edar yang mau habis, Dewi mengakui kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gunungkidul karena daerah lain juga mengalami hal yang sama. Menurut dia, hal tersebut bukan suatu hal yang harus diperdebatkan karena terpenting penggunaan tidak melebihi masa kedaluarsa. “Tidak ada yang harus disalahkan terkait dengan izin edar. Tapi, kami juga antisipasi tidak menyimpan banyak stok agar tidak ada yang melewati izin edarnya,” katanya, Rabu (23/6/2021).
BACA JUGA: Objek Wisata di Gunungkidul Diminta Ditutup Sabtu-Minggu
Disinggung adanya dugaan penimbunan vaksin, Dewi menampik hal tersebut. Menurut dia, penggunaan vaksin disesuaikan dengan izin masa edar. Dikarenakan Vaksin AstraZeneca kedaluarsanya sampai akhir Juni maka jadi prioritas digunakan terlebih dahulu.
“Hari ini [kemarin] sudah didistribusikan ke puskemas sehingga tidak ada stok lagi. Setelah habis, kami akan gunakan yang jenis Sinovac dan rencananya dimulai Juli mendatang,” ungkapnya.
Dewi pun optimistis penggunaan vaksin ini tidak akan melebihi dari masa izin edar. Keyakinan tersebut tidak lepas adanya mobilisasi warga yang dilakukan pihak kapanewon maupun kalurahan ke lokasi vaksin.
“Sempat ada kendala minimnya warga yang mau divaksin karena dari 300 dosis yang disediakan yang dipakai hanya puluhan dosis. Tapi sekarang sudah ada perbaikan dengan partisipasi dari kalurahan maupun kapanewon guna memobolisasi warga datang ke tempat vaksin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.