Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 31 Juli 2026 04:17 WIB
Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya

Proses pencopotan bando selamat datang Wonosari yang terpasang di gapura batas di kota di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (23/7). /Istimewa.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) resmi mencopot bando bertuliskan "Selamat Datang Wonosari" yang membentang di gapura perbatasan Kota Wonosari, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen. Pembongkaran dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan pengguna jalan karena kondisi konstruksi dinilai sudah tidak layak.

Proses pembongkaran sebenarnya telah direncanakan sejak 2023, namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini. Pembongkaran dilakukan pada Kamis (23/7/2026) malam agar tidak mengganggu arus lalu lintas di ruas jalan nasional tersebut.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Ashari Nurkalis, mengatakan bando tersebut telah berusia lebih dari satu dekade tanpa perawatan yang memadai sehingga berpotensi membahayakan masyarakat.

"Setelah sekian lama, akhirnya bando selamat datang yang terbuat dari besi ini sudah bisa dibongkar hari Kamis (23/7/2026). Pembongkaran dilaksanakan malam hari karena lalu lintas lebih longgar sehingga tidak mengganggu pengguna jalan," kata Ashari, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, keputusan pembongkaran dipercepat setelah adanya laporan dari Polsek Playen terkait salah satu huruf pada tulisan "Selamat" yang hampir terlepas dari rangka besi.

"Ada laporan dari Polsek Playen kalau huruf M dari tulisan Selamat yang berada di bando mau copot. Setelah dicek, memang benar sehingga langsung dilakukan pencopotan," ungkapnya.

Ashari menegaskan pencopotan dilakukan murni demi alasan keselamatan. Selama lebih dari 10 tahun berdiri, konstruksi besi tersebut tidak pernah mendapatkan perawatan sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan apabila tetap dipertahankan.

"Daripada berisiko dan membahayakan pengguna jalan, maka akhirnya dilepas," katanya.

Ia memastikan proses pembongkaran berlangsung lancar dan kini tidak ada lagi bando yang melintang di atas gapura batas Kota Wonosari di Kalurahan Logandeng.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana, mengatakan pencopotan merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kegagalan konstruksi.

"Tujuan mengurangi risiko ketidakhandalan bando yang terbuat dari besi ini. Jadi, dengan alasan keamanan maka akan dicopot," ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap berencana menghadirkan kembali ikon pintu masuk Kota Wonosari. Namun, realisasi pembangunan bando baru masih menunggu ketersediaan anggaran daerah.

"Kami belum usulkan untuk pembangunan ulang, karena menunggu anggarannya tersedia," kata Wadiyana.

Dengan dicopotnya bando lama, DPUPRKP berharap keselamatan pengguna jalan tetap terjaga sembari menyiapkan konsep pembangunan ikon baru yang lebih aman, kuat, dan sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online