UGM Perluas Pengembangan Padi Gamagora di Madiun
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.
Pendopo Parasamya Bantul mulai diperbaiki sejak Mei 2021. Sejumlah pekerja mulai melakukan pembongkaran bangunan pendopo pada Rabu (23/6/2021)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Atap bangunan Pendopo Parasamya Bantul yang sebelumnya ambrol di 2019, akhirnya mulai diperbaiki. Kerusakan yang terjadi sejak 2019 itu baru sempat diperbaiki dengan alokasi anggaran senilai Rp3,3 miliar.
Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis pada Rabu (23/6/2021) menceritakan atap Pendopo Parasamya Bantul lengser pada Agustus 2019. Karena waktunya yang mepet dengan triwulan keempat 2019, perbaikan belum bisa dilakukan pada tahun itu. Sempat hendak direhabilitasi pada 2020, namun anggaran mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19. "Pendopo mengalami kerusakan melorotnya genteng yang ada di bangunan itu," tuturnya.
Tidak hanya atap, penilaian terhadap kondisi bangunan Pendopo Parasamya pun dilakukan oleh DPUPKP Bantul. Hasilnya ternyata banyak material-material yang mengalami korosi atau karat yang mengkhawatirkan bagi masyarakat yang menggunakan bangunan. "Karena tingkat korosinya lebih dari 50 persen. Akhirnya kita menutup bangunan itu dari kegiatan aktivitas," ujarnya.
Semenjak rusak, Pendopo Parasamya Bantul tidak digunakan untuk berbagai agenda kabupaten maupun masyarakat umum. Kerusakannya cukup mengkhawatirkan dapat membahayakan bila tetap digunakan. "Dulu itu banyak digunakan untuk aktivitas pemerintahan, rapat koordinasi, pelantikan pejabat, kemudian Musrenbang, resepsi hari jadi, syawalan gubernur, dan lain sebagainya," ujarnya.
"Pendopo Parasamya Bantul dibangun tahun 1994, berarti usianya 26 tahunan. Sehingga secara faktual, secara ekonomis memang sudah saatnya dilakukan perbaikan. Selama itu belum pernah ada perbaikan," tandasnya.
Sebagai upaya mengembalikan fungsi fasilitas pendopo agar bisa dimanfaatkan kembali, maka Pemkab Bantul di 2021 melakukan upaya perbaikan. Proyek berlangsung mulai 31 Mei 2021 dan akan berakhir pada 26 November 2021. "Jadi kira-kira 6-7 bulan itu akan diselesaikan dengan nilai kontrak Rp3.389.538.000," terangnya.
Adapun disebutkan Helmi, perbaikan pendopo akan melingkupi banyak aspek. "Kerusakannya atap eternit, pokoknya hal-hal yang perlu diganti, diganti. Bisa dikatakan perbaikan total, kecuali tiang-tiangnya enggak," tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Bobot Ariffiaidin menjelaskan singkat bila saat ini proses rehabilitasi masih dalam tahap pembongkaran. "Pendopo saat ini sedang pembongkaran atap lama," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab
KPK membagi kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur ke dalam tiga klaster suap yang melibatkan 21 tersangka.
Sudaryono langsung bekerja menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.