Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah bed disiapkan untuk digunakan di Rumah Sakit Darurat Covid-19, Sabtu (3/7/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN - Pemkab Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit Respati, di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, akan membuka rumah Rumah Sakit Darurat Covid-19.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan meski sudah ada beberapa selter baru yang dibuka, termasuk di tingkat kalurahan, rumah sakit darurat tetap diperlukan untuk mengakomodasi pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.
BACA JUGA: Hari Pertama PPKM Darurat, Kios Pakaian Pasar Beringharjo Masih Buka
“Pasien di Sleman membeludak, kalau hanya selter kan yang ringan dan tak bergejala. Kalau pasien agak sedang [gejalanya], kami carikan rumah sakit di RSUP Sardjito dan sebagainya. Untuk peralatan, Respati yang sediakan, juga kerja sama dengan Dinas Kesehatan Sleman. Harapannya dapat membantu warga kami yang terkena Covid-19,” katanya, Sabtu (3/7/2021).
Kepala Seksi Registrasi Lisensi Dan Mutu Pelayanan Dinas Kesehatan Sleman, Tunggul Birawa, menuturkan Respati saat ini statusnya masih calon rumah sakit karena belum terbit izinnya. “Rumah sakit ini secara fisik sudah cukup siap. Ada lima lantai. Kemarin pendekatan dengan owner-nya, disepakati untuk dipakai,” ujarnya.
Rumah sakit ini akan dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang ditargetkan mulai beroperasi pada 12 Juli mendatang, dengan kapasitas awal 50 bed. “Kami akan lihat situasi. Kalau pembatasan dua pekan ini [PPKM Darurat] pasiennya turun, harapannya yang masuk tidak langsung penuh. Tapi kalau kasus lonjakan, kami harus siap skenario kedua, yakni dengan 100 bed,” ungkapnya.
Karena di Rumah Sakit Respati belum ada bed, Dinas Kesehatan Sleman menyediakan bed yang diambil dari RSUD Sleman yang masih layak pakai serta pengadaan baru. Masing-masing tempat tidur disediakan oksigen.
Sleman akan merekrut dokter umum lima orang, perawat 24 orang, bidan lima orang, rekam medis empat orang, paramedis empat orang dan apoteker satu orang di setiap sif, dengan penerapan satu hari tiga sif.
Persyaratan rumah sakit darurat Covid-19 yakni harus memiliki rumah sakit pengampu. Rumah Sakit Darurat Covid-19 ini akan diampu RSUD Prambanan. “Biaya perawatan gratis karena menjadi tanggungan kami,” kata Tunggul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.