Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah penjual hewan kurban di Sleman tahun ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini tidak lepas dari pandemi Covid-19.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Supramono memperkirakan jumlah hewan kurban berkurang. Selain masih masa pandemi, tahun ini jumlah titik penjualan hewan kurban menurun drastis.
BACA JUGA: Anda Sudah Vaksin? Ini Cara Download Sertifikatnya
"Kami masih mengidentifikasi apakah semua penjualan hewan kurban sudah sesuai dengan SE Bupati No.451/01857 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Masa Pandemi Covid-19. Tapi yang jelas, titik-titik penjualan sangat banyak berkurang dibandingkan dengan tahun lalu," kata Suparmono, Selasa (13/7/2021).
Berdasarkan data DP3 Sleman, hewan kurban di Sleman masih memadai. Jumlah sapi saat ini tercatat sebanyak 6.409 ekor sementara kambing sebanyak 3.349 ekor. Adapun domba sebanyak 7.723 ekor.
Pemantauan di kelompok ternak ini dilakukan dengan kunjungan atau pelayanan terpadu hewan (yanduwan) yang rutin dilakukan oleh petugas.
“Petugsa Pusat Kesehatan Hewan di Sleman, bekerja sama dengan penyuluh pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan menyasar kandang-kandang kelompok ternak," katanya.
Di Kabupaten Sleman, terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan dengan rincian 477 kandang kelompok dan sisanya kandang mandiri. "Kandang kelompok di Sleman banyak yang menyediakan ternak sapi potong untuk kurban," paparnya.
Sementara, pemantauan hewan kurban di pasar hewan, kata Suparmono, dilakukan oleh Tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman bekerja sama dengan petugas Pusat Kesehatan Hewan setempat. "Pemantauan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik hewan, dan keterangan asal ternak," katanya.
BACA JUGA: Puluhan Pasien Isoman Covid-19 di DIY Meninggal Dalam Sehari
Kambing atau domba berasal dari Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten. Adapun sapi berasal dari Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Magelang, dan Klaten.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan pemerintah terus berupaya mengantisipasi dan meminimalkan potensi resiko penularan Covid-19, termasuk dalam kurban Iduladha. "Masyarakat kami minta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan baik di tempat penjualan maupun di lokasi pemotongan hewan kurban," kata Kustini.
Penjualan hewan kurban, kata Kustini, harus mengantongi izin dari masing-masing panewu. Izin berlaku 30 hari sebelum hari Iduladha dan 10 hari setelahnya. Pemberian izin didasarkan atas rekomendasi masing-masing kalurahan. "Pengajuan izin penjualan hewan kurban harus disertai pernyataan tanggung jawab penuh dari pemilik atau penanggung jawab seperti persetujuan dari warga dan pemilik lahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.