Puluhan Pasien Isoman Covid-19 di DIY Meninggal Dalam Sehari

Ilustrasi - Antara/Novrian Arbi
13 Juli 2021 14:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan memberikan obat-obatan gratis kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Upaya ini dilakukan karena banyaknya pasien isoman (isoman) yang meninggal dunia akibat penuhnya rumah sakit dan selter.

Berdasarkan data dari Posko Dukungan Operasi Satuan Tugas Covid-19 DIY, sejak 1 Juni sampai 9 Juli 2021 tercatat 1.002 pemakaman dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dari jumlah tersebut yang meninggal dunia di rumah sakit sebanyak 856 orang dan meninggal di rumah saat isolasi mandiri sebanyak 147 orang.

BACA JUGA: Di Bantul, 15 Pasien Isoman Meninggal. Diperkirakan Terus Bertambah

Khusus pada 9 Juli 2021 atau dalam sehari, total pasien yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol kesehatan ada 92 orang. Dari jumlah tersebut yang meninggal di rumah sakit sebanyak 59 orang dan yang meninggal di rumah saat menjalani isolasi mandiri sebanyak 33 pasien.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIYWahyu Pristiawan Buntoro mengatakan jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan tidak semuanya terkonfirmasi positif Covid-19, “Ada juga yang suspect dan probable,” kata Pristiawan, saat dihubungi Selasa (13/7/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan banyak pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri terutama yang  tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan karena keterbatasan rumah sakit dan selter. Menurut dia bisa jadi yang meninggal karena isoman kurang terkontrol oleh petugas kesehatan.

Dalam waktu dekat ini, Pemda DIY akan menyalurkan obat-obatan khusus bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri dan layanan kesehatan. Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara daring pada Senin (12/7/2021) malam.

Pertemuan tersebut membahas rencana pembagian obat bagi para isoman. Pola penyaluran obat bagi pasien isoman nantinya mulai dari tingkat RT dan RW yang akan membuat laporan ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat. Puskesmas akan melapor lewat Kodim karena obat dari Kimia Farma disalurkan lewat Korem dan Kodim untuk Jawa dan Bali.

BACA JUGA: Menkes: Mobilitas Tak Dikurangi, RS Tetap Tak Cukup Tampung Pasien Covid

“Jogja sudah punya pengalaman bagi vitamin dengan mekanisme sama, dulu dari Dinas Kesehatan DIY, kalau ini dari Kodim dan Korem,” kata Baskara Aji.

Namun dia tidak menyebutkan jumlah pasien Covid-19 saat ini yang menjalani isolasi mandiri karena data fluktuatif ada yang sudah sembuh dan ada yang belum.

Baskara Aji meminta kepada warga yang menjalani isoman untuk melapor ke puskesmas agar petugas bisa mendata dan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala. Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY ini juga berharap agar Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW untuk berpartisipasi mendampingi pasien isoman.