Di Bantul, 15 Pasien Isoman Meninggal. Diperkirakan Terus Bertambah

Foto ilustrasi: Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
13 Juli 2021 12:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sedikitnya 15 pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman) di Bantul meninggal dunia dalam dua bulan terakhir. Jumlah ini diperkirakan bertambah seiring dengan semakin meningkatnya kasus dan kematian pasien Covid-19 di Bantul.

“Itu didasarkan kepada data dari kalurahan yang mengajukan permintaan bantuan tim pemakaman dan pemulasaran untuk yang isoman dan terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka meminta bantuan karena belum bisa mengajukan pemulasaran sendiri,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Yulius Suharta, Selasa (13/7/2021).

Menurut Yulius, sejauh ini dari 75 kalurahan yang ada di Bantul, hanya ada enam kalurahan yang bisa melakukan pemulasaran dan pemakaman sendiri untuk pasien Covid-19. Sedangkan 25 lainnya baru dalam tahap akan siap melakukan pemulasaran dan pemakaman sendiri.

“Sementara sisanya belum siap untuk melakukan pemulasaran dan pemakaman. Untuk itu mereka meminta bantuan tim kami,” jelas Yulius.

Yulius mengatakan biaya pemulasaran dan pemakaman 15 pasien Covid-19 meninggal dunia saat isolasi mandiri tersebut ditanggung sepenuhnya oleh APBD Bantul. Sebab, Satpol PP memiliki paket pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 sebanyak 15 paket.

“Paket itu sudah habis. Kami kemudian ajukan lagi 15 paket melalui BTT [Biaya Tidak Terduga] dan justru mendapatkan 20 paket. Saat ini tinggal ploting paket,” papar Yulius.

Baca juga: Sepekan asus Harian Covid-PPKM Darurat, Belum Ada Tanda Penurunan K19

Yulius mengungkapkan, dalam beberapa pekan terakhir, ada peningkatan dalam hal permintaan bantuan tim pemakaman dan pemulasaran untuk pasien Covid-19 yang isoman. Bahkan, sehari permintaan pemakaman yang masuk ke Satpol PP mencapai lebih dari dua jenazah. “Seperti Senin pekan lalu. Sehari ada tiga,” jelasnya.

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan, selama ini, pihaknya hanya bertugas membantu tim pemulasaran dan pemakaman pasien Covid-19 di bawah Satpol PP. Selain anggota BPBD Bantul, ada relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang membantu untuk pemulasaran dan pemakaman pasien Covid-19. “Termasuk yang meninggal saat isolasi mandiri,” ucap Dwi.

Tiga Sampai Lima Meninggal Saat Isoman

Koordinator Tim Penanganan jenazah infeksius PMI Bantul, Wisnu Wardhana mengungkapkan, ada dua tim pemulasaran yang dikoodinatorinya, yakni satu putra dan satu putri. Namun, untuk penanganan jenazah pasien Covid-19 tak hanya oleh PMI. Ada juga tim gabungan dari FPRB dan Satpol PP.

Semetara dalam beberapa pekan terakhir pihaknya semakin sering menjemput jenazah Covid-19 yang meninggal saat isoman.

Dalam sehari, pihaknya bisa menjemput 3 sampai lima jenazah. “Semua dari Kabupaten Bantul,” katanya.

Untuk penyebab kematian, Wisnu mengaku tidak mengetahui secara jelas penyebabnya. Apakah karena penyakitnya yang memburuk atau karena tak adanya penananganan medis.

“Yang jelas mereka dalam kondisi isoman di rumah,” jelasnya.