Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja, pada masa Libur Nataru. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY mencatat lonjakan kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan total lebih dari 2,2 juta wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di wilayah DIY.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Ellya Shari mengatakan kunjungan wisatawan tercatat sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 2.270.228 orang. Jumlah tersebut melampaui target awal yang dipatok di kisaran 1,5 hingga 1,7 juta kunjungan.
Ia menjelaskan data tersebut berbeda dengan pergerakan wisatawan yang dicatat Dinas Perhubungan. Kunjungan wisata dihitung berdasarkan laporan kabupaten dan kota terhadap destinasi yang dikelola pemerintah daerah melalui sistem retribusi.
“Ini berbeda dengan pergerakan. Kalau 7-9 juta itu pergerakan wisatawan, datanya dari Dinas Perhubungan. Kalau kunjungan wisatawan berdasarkan laporan Dinas Pariwisata kabupaten-kota untuk kunjunggan ke destinasi wisata yang retribusinya melalui pemda,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Jika dibanding tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisata nataru ini meningkat cukup signifikan. “Untuk gambaran, 2024 kunjungannya di angka 1.513.081 orang di periode yang sama, kurang lebih selama 15 hari,” ungkapnya.
Adapun beberapa hal yang menjadi evaluasi yakni pertama, wisatawan masih banyak yang tidak membuang sampah pada tempatnya. “Kita perlu mengedukasi wisatawan, khususnya terkait kebiasaan membuang sampah yang tidak pada tempatnya, padahal sudah dikasih tempat sampah,” kata dia.
Wisatawan juga masih sering mengabaikan peringatan di destinasi wisata, terutama di pantai. Dari pihak pengelola sudah memberikan papan peringatan agar tidak berenang dipantai, tapi beberapa wisatawan tetap berenang.
Ia juga melihat wisatawan kerap menelan mentah-mentah informasi yang disampaikan tanpa mencernanya terlebih dahulu. “Seperti kemaren saat kami menginformasikan desstinasi wisata yang miliki potensi longsor, bukan berearti terus akan longsor. Tapi wisatawan berpikirnya ga boleh ke sana. Padahal kami selalu koordinasi denagn BPBD dan BMKG,” katanya
Dari sisi masyarakat setempat, ia juga menekankan perlunya edukasi. Ia mencontohkan seperti pedagang yang nuthuk atau melambungkan harga terhadap wisatawan. “Para pedagang di destinasi wisata terus kami pantau supaya ga nuthuk. Kalau kami patroli tertib,, harganya normal. Tapi pas kita pergi yang nakal lagi,” ungkapnya.
Ada pula modus jebakan yang menggiring wisatawan dari suatu destinasi menuju ke tempat pengerajin, yang kemudian dipaksa membeli produknya. Pihaknya juga sudah berupaya mengantisipasi hal ini dengan bekerja sama dengan warga setempaat. “Tapi oknum-oknum itu selalu mencari celah,” paparnya.
Untuk itu ia berpesan kepada wisatawan agar lebih jeli dalam berwisata, memastikan petugas atau guide yang bersamanya adalah resmi dengan tanda nametag. “Tapi kalau sudah terlanjur masuk ke tempat pengerajin, kalau memang tidak tertarik membeli ya tidak usah membeli. Toh juga si penjual dan oknum tadi tidak akan berani berbuat kasar,” katanya.
Lalu untuk mengantisipasi pedagang nuthuk, wisatawan selalu diimbau untuk menanyakan daftar harga terlebih dahulu sebelum memesan makanan atau jasa yang ditawarkan. “Lebih aman daripada tahu-tahu pesan,” ujarnya.
Dinas Pariwisata DIY menilai capaian ini menjadi sinyal positif pemulihan sektor pariwisata, namun tetap perlu dibarengi peningkatan kesadaran wisatawan dan masyarakat agar kualitas pariwisata tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur