Penumpang Emirates Kena Guyuran Air di Tengah Penerbangan
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Rahmad
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengandalkan keberadaan oksigen konsentrator sebagai salah satu strategi mengatasi desaturasi pada pasien Covid-19.
Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengatakan Dinkes memiliki 135 unit oksigen konsentrator. Alat ini bisa mengonversi udara menjadi oksigen medis dengan hanya disambungkan ke aliran listrik.
BACA JUGA : Kisah Pasien Isoman di Sleman 16 Jam Menunggu Mobil
Selain itu, kata Agus, alat ini memiliki kapasitas 5-10 liter per menit sehingga dapat menggantikan peran tabung oksigen di ruang-ruang isolasi di rumah sakit.
“Alat ini saat ini telah dioperasionalkan di selter kabupaten dan rumah sakit khusus lapangan Covid-19. Dan, sebagian kami pinjamkan ke selter desa,” kata Agus, Kamis (22/7/2021).
Saat ini, Agus mengatakan, kebutuhan oksigen di Bantul masih tinggi tetapi pasokan masih belum maksimal. Karena itu, pihaknya terus berikhtiar menambah pasokan oksigen melalui berbagai sumber bantuan. Sementara, realisasi pengadaan instalasi produksi oksigen, saat ini masih dalam tahap penyiapan tempat.
“Alat sudah datang di RS Panembahan Senopati. Saat ini dalam tahap pembangunan ruangan alatnya. Nanti kami cek untuk segera bisa beroperasi,” ungkap Agus.
BACA JUGA : Dokter RSA UGM: Proning Hanya Pertolongan Pertama
Sebelumnya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengakui jika pembangunan instalasi oksigen tidak bisa cepat. Sebab, pengadaaan peralatan instalasi oksigen sangat tergantung dari pihak ketiga. Halim memerkirakan instalasi produksi oksigen milik Pemkab Bantul baru terealisasi dua bulan kedepan dan tergantung kepada pengadaan peralatan.
"Pengadaan ini [oksigen] kan tidak bisa cepat. Tapi sudah kita rencanakan kita mau membangun instalasi produksi oksigen sendiri. Agar tidak tergantung pada pihak ketiga supplier oksigen," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.