SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pendopo DPRD Sleman, Kamis (22/7/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mencegah penularan virus Corona, vaksinasi Covid-19 juga diberikan kepada keluarga ASN Pemerintah Kabupaten dan DPRD Sleman. Sekitar 1.500 orang mengikuti program ini.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiarta mengatakan pemberian vaksinasi ini dilakukan untuk mendukung dan mempercepat program Pemerintah guna terwujudnya kekebalan komunal (herd imunity). Tidak hanya bagi keluarga ASN dan Dewan, masyarakat juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Vaksinasi ini menyasar kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi karena berpotensi tinggi terpapar Covid-19," kata Haris di sela-sela kegiatan vaksinasi Keluarga Anggota Dewan dan ASN Setwan di Pendopo DPRD Sleman, Kamis (22/7/2021).
Haris mengimbau bagi peserta yang telah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai rajin mencuci tangan dengan sabun atau memakai handsanitizer, memakai masker medis, dan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
"Tetap jauhi kerumunan saat berada di luar rumah, kurangi mobilitas jika tidak ada keperluan yang mendesak. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.
Baca juga: Hoaks Bahayakan Penanganan Pandemi
Untuk itu, DPRD Sleman juga menyerahkan sebanyak 5.000 masker dan 2 unit alat tensi meter saat pelaksanaan vaksinasi digelar. "Kami semua berharap dengan dilaksanakan vaksinasi penurunan angka lonjakan Covid-19 dapat tercapai," harapnya.
Ketua Gugus Depan Covid-19 DPRD Sleman, Abdul Kadir mengatakan vaksinasi menyasar 1.250 orang. Pada tahap pertama, vaksinasi tersebut diikuti sekitar 700 orang. Dalam kegiatan itu, Dinkes Sleman menurunkan total 20 tenaga kesehatan termasuk vaksinator. Adapun pemberian vaksin untuk dosis kedua akan dilakukan setelah 29 hari setelah pemberian dosis pertama.
"Kegiatan vaksinasi ini juga bertujuan untuk menyukseskan program pemerintah di mana pada akhir Agustus pemberian vaksin dosis pertama sudah bisa merata," katanya.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau kegiatan vaksinasi bagi Keluarga ASN Sleman di Lobi Kantor Sekda Sleman. Sebanyak 698 orang keluarga ASN Sleman mengikuti vaksinasi yang diinisiasi oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sleman tersebut.
"Vaksinasi ini merupakan salah satu bagian penting dari upaya dalam menangani pandemi yang pada saat ini sedang melanda dunia," kata Kustini.
Penggunaan vaksin, kata Kustini bertujuan untuk mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit tertentu, dalam hal ini Covid-19. Pemberian vaksin Covid-19 ini dimaksudkan agar penerima vaksin terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat karena di tubuhnya telah terbentuk antibodi.
Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Pemerintahan dan Hukum, Susmiarto mengatakan kuota peserta vaksinasi tersebut sebanyak 700 orang dan yang sudah terdaftar sebanyak 698 orang. Peserta merupakan merupakan keluarga PNS dan Non-PNS Sleman dari lingkungan OPD dan Kapanewon di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.