Pangeran William Menangis Saat Aston Villa Juara Eropa
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.
Foto ilustrasi: Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). /ANTARA FOTO-Raisan Al Farisi
Harianjogja.com, BANTUL - Tingginya angka kematian Covid-19 di Bantul belakangan ini membuat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tilaman, Wukirsari, Imogiri, Bantul akhirnya terisi.
Padahal, sebelumnya, TPU milik Pemkab Bantul yang tidak hanya dijadikan makam untuk jenazah pasien Covid-19, namun juga orang terlantar ini setahun lebih dalam keadaan kosong.
BACA JUGA : Selama 2 Pekan, Tim Pemakaman Sleman Kuburkan 534
“Iya, sekarang sudah terisi satu [pasien Covid-19]. Dari Banguntapan. Mudah-mudahan ini yang terakhir dan tidak ada lagi,” kata Kepala UPTD Rusunawa, Sanitasi dan Pemakaman Bantul Ari Mursukapti, Kamis (29/7/2021).
Menurut Ari, TPU Tilaman adalah makam milik pemkab Bantul yang awalnya diprioritaskan untuk pemakaman umum. Utamanya, untuk jenazah yang terlantar, seperti gelandangan. Namun dalam perkembangannya, TPU yang menempati lahan Sultan Ground dengan luas 4,5 hektare dengan kapasitas 1.000 jenazah tersebut, tidak hanya melayani pemakaman jenazah umum, tapi juga jenazah Covid-19.
“Untuk yang umum memang belum digunakan. Tempatnya terpisah dengan yang Covid-19, meski satu komplek pemakaman,” terang Ari.
Ari mengungkapkan belum banyaknya jenazah Covid-19 dimakamkan di tempat tersebut, menandakan jika selama ini tidak ada persoalan dengan penguburan jenazah Covid-19 di pemakaman umum dan berdampingan dengan jenazah lainnya. Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan antisipasi, jika nantinya ada jenazah yang ditolak pemakamannya oleh warga.
BACA JUGA : Tim Pemakaman Sleman Kubur 98 Jenazah Covid-19 dalam
“Di sini semua sudah siap. Ada sekitar 20 liang dan bisa langsung digunakan. Selain itu, fasilitas pendukung lainnya juga ada,” ucap Ari.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan sejauh ini tidak ada penolakan pemakaman jenazah yang meninggal karena Covid-19. Sejauh ini, Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa melihat jenazah yang meninggal karena Covid aman dimakamkan di pemakaman umum, berdampingan dengan jenazah lainnya.
“Asal pemakaman dilakukan dengan mengacu pada ketentuan dari rumah sakit. Jika semua ditaati maka kemungkinan kecil terjadi penularan,” papar Oki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aston Villa juara Liga Europa 2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0. Pangeran William menangis haru di tribun stadion.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.