UGM Soroti Kenakalan Remaja, Arie Sujito Ajak Siswa Tolak Kekerasan
Arie Sujito mengajak siswa SMA/SMK di DIY menolak kekerasan, narkoba, dan senjata tajam dalam deklarasi penanganan kenakalan remaja.
Budi daya cabai di lahan pasir di kawasan Kapanewon Sanden. /Harian Jogja- Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Penurunan harga jual cabai hasil panen petani tengah terjadi di beberapa lokasi. Minimnya produksi menyebabkan tidak ada proses lelang sehingga harga cabai jatuh.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Yus Warseno menjelaskan penurunan harga jual cabai dari petani biasa terjadi setiap musim panen tiba. Namun ada faktor yang menyebabkan penurunan harga, salah satunya perkara lelang.
"Kemarin sudah kami konfirmasi ke lapangan. Ternyata kalau memang produksinya sedikit malah mereka tidak mengadakan lelang," jelasya pada Minggu (1/8/2021).
BACA JUGA : Harga Cabai Anjlok, Petani: Karena PPKM, Tidak Ada
"Karena tidak mengadakan lelang kan dijual retail. Sehingga ketemu bakul-bakul (pengepul) yang memang mencari untung sebanyak-banyaknya," katanya.
Yus melanjutkan saat proses lelang terjadi tidak persaingan harga beli cabai. Sementara bila dijual retail dari bakul, tidak ada persaingan dagang dalam harga beli cabai panenan petani.
Fakta lain pun disampaikan Yus. Menurut pengamatannya harga cabai di pasar-pasar tradisional ke konsumen saat ini stabil di saat harga jual dari petani rendah. "Kalau harga di pasar tidak ada menurun. Itu permainan bakul. Kan kalau bakul punya kekuasaan menentukan harga," ujarnya.
"Kalau kondisi pandemi kalau cek harga di Dinas Perdagangan kan harganya di pasar masih bagus. Nah itu lah, artinya semua harga yang bermain kan bakul. Saya enggak bisa memaksakam bakul untuk beli mahal, karena mekanismenya seperti itu," tandasnya.
BACA JUGA : Meski Ada Tren Penurunan, Harga Cabai Rawit Merah di Kota
Kondisi yang serupa disebutkan Yus juga pernah terjadi tahun lalu. Namun produksi cabai yang melimpah membuat lelang kembali diadakan. "Kalau dilelang kan sehat di produsen, karena ada persaingan antar bakul baik dari luar maupun dalam daerah," ucapnya.
Salah satu petani cabai di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Sancoko menyampaikan jika cabai beser jenis TW hanya berani ditawar pengepul di kisaran angka Rp5000 per kilogramnya. Sementara untuk cabai besar jenis imperial hanya ditawar Rp6000 per kilogram.
Setidaknya harga cabai di atas turun sekitar 50 persen pasca Idul Adha. "Harga cabai besar mulai jatuh pasca Idul Adha. Padahal saat Idul Adha harga cabai besar masih diatas Rp12.000 per kilogram," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arie Sujito mengajak siswa SMA/SMK di DIY menolak kekerasan, narkoba, dan senjata tajam dalam deklarasi penanganan kenakalan remaja.
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
UAD membuka lowongan kerja dosen tetap dan tenaga kependidikan 2026. Tersedia 19 formasi di Fakultas Hukum, Kedokteran, administrasi, dan sistem administrator.
Kraton Yogyakarta mendorong museum bertransformasi menjadi ruang belajar yang interaktif dan inklusif bagi anak-anak melalui penyelenggaraan Gya!Dolan Sesarenga