Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Foto ilustrasi: Tenaga pikul membawa jenazah dengan protokol COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). /ANTARA FOTO-Raisan Al Farisi
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus kematian pasien COVID-19 di provinsi ini mencapai 3.122 kasus selama Juli 2021 atau enam kali lipat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 525 kasus.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (3/8/2021), mengatakan berdasarkan data penanganan jenazah pasien COVID-19 selama Juli 2021 rata-rata sebanyak 101 kasus setiap hari.
"Peningkatan paling tinggi terjadi di bulan Juli dengan peningkatan hampir enam kali lipat dari 525 kasus pada Juni," kata Sekda.
Berdasarkan lokasi penjemputan, menurut dia, jenazah pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan mencapai 2.034 pada Juli atau juga mengalami peningkatan enam kali lipat dibandingkan Juni.
BACA JUGA: Covid-19 DIY Bertambah 1.445 Kasus
Sedangkan penjemputan jenazah dari rumah duka pasien isoman meningkat 19 kali lipat yaitu 42 pada Juni meningkat menjadi 781 pada Juli.
"Kematian ini disumbangkan dua sumber, yang pertama adalah yang sudah ada di rumah sakit dan yang kedua yang isoman. Sebagian besar perjalanan dari rumah ke rumah sakit meninggal, itu bagian dari isoman," kata Aji.
Oleh sebab itu, untuk menekan kasus kematian, menurut Aji, Pemda DIY meminta seluruh pasien COVID-19 dengan gejala melakukan isolasi di selter secara terpusat sehingga mendapatkan pengawasan tenaga kesehatan secara intensif.
"Kalau memang di isolasi terpusat memberat sakitnya maka nakes isolasi terpusat merekomendasikannya ke rumah sakit," kata dia.
Selain itu, Pemda DIY juga telah merekrut 100 orang nakes yang bertugas khusus terjun ke lapangan memantau orang tanpa gejala (OTG) yang memilih isolasi mandiri di rumah.
"Mereka akan mengunjungi ke rumah-rumah atau melakukan telemedicine supaya bisa memantau keberadaan atau kondisi yang isoman sehingga tidak terlambat menangani. Kalau ada saturasi yang menurun bisa segera ditangani teman-teman di lapangan," kata dia.
Sementara itu, Wakil Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Indrayanto mengusulkan seluruh warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 baik bergejala maupun tidak bergejala menjalani isolasi secara terpusat di selter yang telah disediakan pemerintah daerah.
Ia menduga tingginya angka kematian pasien isoman tersebut disebabkan akses layanan kesehatan yang minim saat di rumah.
"Kami usulkan semua pasien isoman masuk selter untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Di selter layanan kesehatan, kontrol vitamin, gizi, permakanan sampai aktivitas yang membantu pasien secara psikologi bisa teragendakan dengan baik," ujar Indrayanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.