Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul membeli ratusan laptop dengan anggaran sekitar Rp12,7 miliar. Diharapkan dengan program ini membantu sekolah dalam upaya peningkatan mutu belajar yang berbasis teknologi.
Pengadaan laptop ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus. Adapun alokasinya, untuk tingkat SD sebesar Rp10 miliar dan tingkat SMP sebesar Rp2,7 miliar.
BACA JUGA : Sudah PPDB Daring, Tetap Saja Muncul Kerumunan
Kepala Bidang SD, Disdikpora Gunungkidul, Sumarto mengatakan, pengadaan laptop yang bersumber dari DAK sudah selesai dilaksanakan pada Juli lalu. Total anggaran pengadaan sebesar Rp10 miliar melalui e-katalog dala Layanan Pengadaan Secara Eletronik (LPSE).
“Untuk pengadaan, kami juga mendapatkan pendampingan dari inspektorat daerah. Sedangkan barangnya juga sudah didistribusikan ke masing-masing sekolah,” kata Sumarto, Minggu (15/8).
Dia menjelaskan, ada 49 sekolah yang mendapatkan bantuan laptop. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan sebanyak 45 unit laptop. “Kalau ditotal, untuk SD ada pengadaan sebanyak 2.205 unit,” ungkapnya.
Sumarto mengungkapkan, distribusi laptop ke sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah berbasis dengan teknologi. Ia pun berharap fasilitas ini dimaksimalkan guna menunjang proses belajar mengajar. “Yang tak kalah penting harus dirawat dengan sebaik-baiknya,” katanya.
BACA JUGA : Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk Siswa Baru
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo. Menurut dia, tingkat SMP juga mendapatkan pagu DAK untuk pengadaan laptop.
Meski demikian, jumlah yang diterima tidak sebesar tingkat SD karena nominalnya Rp2,7 miliar. Rencananya, alokasi digunakan untuk antuan laptop ke sembilan SMP dengan rincian 45 unit di setiap sekolahnya.
“Proses lewat e-Katalog dan sekarang menunggu pengiriman barang dari rekanan. Untuk per unitnya seharga Rp5,8 juta dengan spesifikasi sesuai engan petunjuk teknis dari kementerian,” katanya.
Dia menambahkan, pagu anggaran yang dimiliki tidak hanya untuk pengadaan laptop. Pasalnya, ada juga digunakan pengadaan perangkat pendukung lainnya seperti wireless router, proyektor hingga konetor untuk penghubung. “Jadi tidak hanya laptop saja,” katanya.
BACA JUGA : Cegah Putus Sekolah saat Pandemi, Ini Langkah Disdikpora
Menurut Kisworo setelah paket laptop dikirimkan oleh rekanan akan langsung didistribuskan ke sekolah yang mendapatkan bantuan. “Mudah-mudahan bisa segera dikirim dan secepatnya diserahkan ke masing-masing sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kemensos menangguhkan bansos 2026 bagi 1,49 juta KPM terindikasi transaksi judol. Data kini diverifikasi bersama PPATK.
Kebiasaan membaca buku di keluarga Prabowo menjadi inspirasi pemerintah untuk kembali menggalakkan budaya baca dan wajib membaca.
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Mendag Budi Santoso menyebut BRICS menyepakati mayoritas substansi perdagangan meski belum mencapai joint statement.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.