Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul sedang menyiapkan calon pengganti penerima bantuan beras. Pasalnya sejumlah sasaran didapati telah berstatus meninggal dunia atau pun pindah alamat.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Bantul, Anwar Nur Fahrudin menerangkan sejumlah bantuan sosial termasuk bantuan beras masih ada yang belum tersalurkan karena beberapa alasan. "Beberapa persen ada yang belum tersalur. Kalau yang beras itu ada beberapa yang meninggal tanpa ahli waris, terus pindah alamat terus tidak ditemukan. Itu kan belum diberikan, belum ada diganti," terangnya pada Jumat (20/8/2021).
Secara teknis penyaluran bantuan beras terbagi dalam dua pos, pos kota dan pos Bantul. Pos kota melayani lima kapanewon di antaranya Banguntapan, Sewon, Sedayu, dan Piyungan. "Itu kan pos kota sebagian sudah diganti langsung ketika ada yang meninggal," ujarnya.
Penggantian sasaran pada pos kota, dilakukan oleh lurah dan dukuh. Mereka menentukan nama-nama yang dinilai tepat menggantikan penerima bantuan beras. "Itu yang menggantikan dari lurah dan dukuh yang memilih penggantinya yang layak di wilayah siapa, untuk mengganti yang meninggal atau tidak ditemukan," terangnya.
"Kalau untuk yang pos Bantul baru proses ini, penggantian baru proses. Kalau secara data sudah di atas 90 persen penyeluran bantuan, semua 95 mungkin, baik BST, BLT, BPNT. Yang BST lebih banyak tersalurkan karena duit," tambahnya.
Persentase penyaluran bantuan memang tinggi pada pembagian BST. "Kalau BST kan bersamaan penyalurannya dengan beras. Penerima BST menerima beras juga kemarin. Sehingga biasanya BST lebih banyak terserapnya, terkecuali yang meninggal tanpa ahli waris tidak bisa diganti kalau uang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
DPR mendukung Kejagung mengusut dugaan keterlibatan prajurit TNI aktif dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 7 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan pilihan perjalanan dari pagi hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 7 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Polres Pamekasan memeriksa tiga orang terkait dugaan suap program MBG. Polisi juga akan memanggil seluruh kepala dapur MBG.
Simak tips memilih seragam sekolah yang nyaman, awet, dan sesuai aturan sekolah agar tidak salah beli saat tahun ajaran baru.