Buntut Komentar Perawat Nirempati, RSA UGM Perketat Etika Medsos
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemberlakuan PPKM tidak sepenuhnya ditaati seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terutama penerapan di tempat usaha. Berdasarkan pantauan Satpol PP, kafe masih menjadi usaha yang kerap melanggar aturan PPKM.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta secara tegas menyampaikan selama PPKM berbagai bentuk usaha termasuk mobilitas masyarakat yang rawan kerumunan masih dalam pengawasan. "Terutama di kegiatan-kegiatan di malam hari, sekiranya ada pelaku usaha yang belum sesuai dengan ketentuan ya masih kita sikapi sama dengan bentuk-bentuk sanksi sesuai bobot dari pada pelanggaran yang ada di lokasi," jelasnya pada Senin (23/8/2021).
Fakta peningkatan aktivitas warga di malam hari di sampaikan oleh Yulius. Berdasarkan hasil pengawasan, pada malam hari memang terjadi kecenderungan peningkatan aktivitas yang rawan kerumunan. "Terutama untuk yang di rumah makan atau mungkin yang di kafe-kafe itu memang malam hari," ujarnya.
Tak dipungkiri Agus kafe menjadi salah satu usaha yang masuk pengawasan tersendiri. Beberapa kafe masih terindikasi melakukan pelanggaran makan di tempat dan jam buka. "Sehingga pada saat Tim Prokes Gakkum sempat melihat itu pasti akan kita lakukan lenindakan sesuai sanksi-sanksi yang diatur," katanya.
Lebih lanjut Agus menuturkan banyak pengunjung kafe yang ikut melanggar prokes dengan dalih mengerjakan tugas menggunakan fasilitas internet di kafe. "Sebenarnya saya yakin betul untuk mahasiswa tahu ketentuan aturan di situ. Tetapi mungkin juga ada keteledoran dari para pelalu usaha untuk menyadari atas ketaatan itu," ujarnya.
"Sehingga ketika itu menjadi suatu pilihan dari pada mahasiwa, kelamahan dari para oelaku usaha ini masih mencoba mengakomodir kunjungan yang ada disitu. Tidak mengacu pada bahwa seharusnya memang hanya boleh sampai pukul 10.00 WIB, ini masih kadang sampai kelewatan jam," ucapnya.
Dengan tren penurunan kasus yang disebutkan Yulius tengah terjadi, pihaknya berharap masyarakat tidak menurunkan ketaatan terhadap protokol kesehatan. "Harapan kita masyarakat jangan justru melihat posisi menurunnya. Malah ini justru yang harus diperketat bersama-sama, supaya data terkonfirmasi positif ini semakin kecil," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.