Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Pompa Sumur Bor di Gunungkidul
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Sejumlah siswa saat akan melakukan vaksinasi corona yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Wonosari. Foto diambil pada Kamis (12/8/2021)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah kalangan mendesak agar para siswa mendapatkan prioritas mendapatkan vaksinasi Corona. Hal ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah yang hingga saat sekarang masih menjadi wacana.
Salah satu desakan ini disuarakan oleh Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati. Menurut dia, vaksinasi anak sekolah belum dilaksanakan secara massif, meski sudah ada kebijakan vaksin untuk anak-anak.
Sebagai contoh, di SMP Negeri 1 Karangmojo belum ada jadwal untuk vaksinasi para siswa. “Memang sudah ada yang mendapatkan vaksin, tapi pelaksanaan dilakukan di lingkungan sekitar rumah. Tapi, untuk di sekolah kami belum ada,” katanya.
Suhartati menjelaskan, vaksinasi bagi para pelajar sangat krusial. Hal ini dikarenakan sebagai upaya mewujudkan pembelajaran tatap muka di sekolah.
BACA JUGA: LaporCovid: Salah Besar! Bahagia karena Kasus Positif Covid-19 RI Turun, Ini Alasannya
Pandemi corona yang muncul sejak tahun lalu membuat pembelajaran di sekolah menjadi terhenti. Sebagai gantinya, diterpakan pembelajaran secara online.
Menurut dia, model pembelajaran di rumah memiliki banyak kekurangan, salah satunya menyangkut dengan efektivitas belajar bagi para siswa. Selain itu, pembelajaran jarak jauh juga memberikan pengaruh terhadap sikap dan karakter siswa.
Suhartanti menuturkan, dari sisi pengumpulan tugas tidak ada masalah. Namun untuk sikap dan perilaku ada masalah karena ada anak yang mengecat rambutnya dan memelihara gondrong. Sesuai dengan peraturan di sekolah, hal tersebut tidak dibenarkan ada aturan terkait dengan kerapian yang harus dipatuhi para siswa.
“Ini terlihat pada saat anak mengumpulkan tugas di sekolah. Jelas, kondisi itu menimbulkan keprihatinan karena dengan belajar jarak jauh maka penanaman nilai dan karakter siswa sulit tercapai,” katanya.
Desakan agar siswa sekolah mendapatkan prioritas vaksin juga diserukan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto. Menurut dia, sudah banyak keluhan di masyarakat berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh yang dinilai tidak efektif.
“Wacana pembelajaran tatap muka sudah sering diungkapkan, tapi hingga sekarang masih belum direalisasikan,” katanya.
Ari berharap dengan program vaksinasi, maka upaya pembelajaran di sekolah bisa segera diwujudkan. “Mudah-mudahan segera terealisasi dan anak bisa sekolah lagi,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul Ali Ridlo mendukung penuh program vaksinasi corona bagi siswa sekolah. Meski demikian, untuk pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada dinas kesehatan selaku OPD teknis yang menangani. “Kami dukung karena untuk guru sudah diberikan vaksin. Mudah-mudahan dengan vaksin anak, maka pembelajaran tatap muka segera bisa dilaksanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.
Portugal mengalahkan Norwegia 2-1 di UEFA Nations League dan memastikan lolos ke perempatfinal dengan dua laga fase grup tersisa.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Senin 5 Oktober 2026 tersedia di MPP, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan tiap stasiun.
Jadwal layanan SIM keliling di Kota Jogja hari ini Senin (5/10/2026) berlokasi di Alun-Alun Kidul dan MPP Balaikota.