WiFi Rumah Sering Lemot? Ternyata 4 Benda Ini Penyebabnya
WiFi rumah sering lemot? Microwave, akuarium, cermin besar, hingga cuaca ekstrem ternyata bisa mengganggu sinyal internet. Simak penjelasan dan cara mengatasiny
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL - Keberadaan tim investigasi yang dibentuk oleh Pemkab Bantul terkait penyelesaian pembayaran Rp368 juta hasil panen petani Nawungan, disorot oleh Komisi B DPRD Bantul.
Komisi yang membidangi pertanian tersebut menilai, tidak perlu dibentuk tim investigasi untuk penyelesaian pembayaran hasil panen petani tersebut.
Sebab, Pemkab seharusnya bisa langsung memberikan uang kepada petani Nawungan, mengingat mereka saat ini sangat membutuhkan uang sisa pembayaran panen bawang merah.
"Uang segitu kan tidak begitu besar. Harusnya Pemkab membayarkan dulu ke petani. Karena, yang dibutuhkan mereka saat ini adalah uang itu dibayarkan," kata Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis, Kamis (26/8/2021).
Di sisi lain, dengan adanya pembentukan tim investigasi, lanjut Wildan, justru akan menambah waktu penyelesaian pembayaran ke petani. Selain itu, pembentukan tim justru menambah beban anggaran Pemkab Bantul.
"Sebenarnya simpel. Tinggal Pemkab memberikan dana ke petani. Kalau, bentuk tim, bukannya justru menambah anggaran yang dikeluarkan?," terang Wildan.
Baca juga: Mal dan Restoran Boleh Buka, Asita Berharap Pariwisata Dilonggarkan
Terpisah Plt Asisten Pemerintahan Setda Bantul Hermawan Setiaji membenarkan jika Pemkab Bantul telah membentuk tim investigasi untuk masalah pembayaran panen petani yang belum dibayarkan. Hanya saja, Hermawan enggan mengungkapkan unsur mana saja yang masuk dalam tim investigasi tersebut.
"Sejauh ini tim masih jalan, Mas. Pemkab berkomitmen untuk membantu fasilitasi penyelesaian masalah. Kami ingin masalah ini cepat selesai. Hanya saja, komunikasi dengan pihak pembeli, yang tahu persis Dinas Pertanian, Mas," kata Hermawan.
Terpisah Dukuh Nawungan 1, Selopamioro, Imogiri, Jurianto mengungkapkan, berdasarkan pertemuan antara petani dengan Kepala Dinas Pertanian, Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul Yus Warseno, beberapa waktu lalu di kantor DP2KP, terdapat keputusan jika persoalan pembayaran sisa hasil panen yang belum dibayarkan oleh pihak ketiga akan ditangani oleh tim investigasi dari Pemkab Bantul.
"Namanya, tim Projotamansari. Kami ngikut saja, yang penting sisa yang Rp368 juta itu bisa segera dibayarkan. Sekarang kami menunggu perkembangan dari tim tersebut," ucap Jurianto.
Persoalan belum terbayarkannya uang senilai Rp368 juta dari pihak ketiga kepada petani Nawungan mencuat setelah Dukuh Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Jurianto angkat bicara.
Jurianto mengatakan, saat panen raya, Mei lalu, datanglah pedagang besar dan menjanjikan akan membantu petani dengan jalan membeli bawang merah. “Namun dalam perkembangannya, mereka tidak membayarkan semua.
Mediasi
Dengan persoalan ini, Jurianto menambahkan, petani telah berusaha agar uang senilai Rp368 juta bisa segera dicairkan. Salah satunya adalah dengan menggelar mediasi dengan melibatkan DP2KP Bantul.
“Sudah satu bulan lebih namun belum juga dibayar. Padahal, kan mereka butuh uang itu secepatnya untuk membayar cicilan yang jatuh tempo,” terang Jurianto.
Jurianto berharap, pembayaran pembelian bawang merah pada bulan Mei tersebut bisa dibayarkan dalam waktu dekat. Sebab, petani saat ini sudah sangat kesulitan. “Karena sudah dikejar-kejar cicilan yang jatuh tempo. Selain itu, dana itu kan dibutuhkan petani, apalagi saat ini PPKM,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WiFi rumah sering lemot? Microwave, akuarium, cermin besar, hingga cuaca ekstrem ternyata bisa mengganggu sinyal internet. Simak penjelasan dan cara mengatasiny
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.