Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, UMBULHARJO – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berkomitmen dalam Program Sekolah Penggerak. Program yang akan berlangsung pada 2022 ini menyasar tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA. Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, Pemkot Jogja berkomitmen dalam bentuk regulasi dan dukungan anggaran untuk pelaksanaan kerja sama Program Sekolah Penggerak.
Hal ini Haryadi sampaikan saat menerima audiensi dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DIY dan Balai Pengembangan (BP) PAUD dan DIKMAS DIY Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
BACA JUGA : Gunungkidul Siapkan 36 Sekolah untuk Ikuti Program
Lanjut Haryadi, perkembangan pendidikan dari tahun ke tahun memerlukan kreatifitas dan inovasi dalam proses pembelajaran. Terlebih dinamika dalam dunia teknologi, informasi, dan transportasi terus bergulir cepat.
“Saat ini di Kota Jogja sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan menunggu persetujuan Gubernur DIY,” kata Haryadi, Kamis (26/8).
“Saat ini, tanpa pembelajaran tatap muka ada yang kurang dalam sistem pembelajaran di sekolah, yakni hilangnya komunikasi antar siswa, hilangnya interaksi siswa dengan sekolah baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun lingkungan sekolah.”
Kepala LPMP DIY, Minhajul Ngabidin, Program Sekolah Penggerak merupakan upaya mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
“Pada tahun ini (2021) kami melaksanakan di Kabupaten Gunungkidul. Dan untuk tahun 2022 akan kami laksanakan di Kota Jogja dan Kabupaten Bantul,” kata Minhajul.
BACA JUGA : Gunungkidul Ditunjuk Awali Sekolah Penggerak Di DIY
Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) serta karakter. Hal ini diawali dengan sumber daya manusia seperti kepala sekolah dan guru yang unggul. Selain itu, adapula penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya.
“Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri atau swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak satu sampai dua tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak,” kata Minhajul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
LinkedIn memangkas sekitar 5 persen karyawan global di tengah tren PHK industri teknologi 2026 meski pendapatan perusahaan masih tumbuh positif.
Massimiliano Allegri dikabarkan hengkang dari AC Milan setelah konflik panas dengan Zlatan Ibrahimovic dan performa Rossoneri menurun.
MacBook Neo resmi dibuka pre-order di Indonesia mulai Rp10 jutaan. Laptop Apple ini memakai chip A18 Pro dan hadir tanpa kipas pendingin.
Manchester City punya rekor impresif di Wembley jelang final Piala FA 2025/2026 melawan Chelsea. Guardiola catat 15 kemenangan dari 23 laga.