Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah terus mempersiapkan program Sekolah Penggerak yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Di DIY, Gunungkidul menjadi kabupaten yang ditunjuk untuk memulai program Sekolah Penggerak.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, menuturkan ditunjuknya Gunungkidul ini merupakan arahan dari Pemerintah Pusat dengan sejumlah pertimbangan. “Kalau di DIY sudah ditentukan dimulai Gunungkidul. Dari jenjang SD, SMP, SMA,” ujarnya, Selasa (2/2).
BACA JUGA: Pelanggaran Operasional Tempat Usaha Masih Mendominasi saat PTKM Tahap Kedua
Ia mengatakan penunjukan Gunungkidul ini berdasarkan pada sejumlah pertimbangan kesiapan dan komitmen pemerintah daerah.
Meski diawali oleh beberapa sekolah saja, pada akhirnya semua sekolah akan menjadi sekolah penggerak secara bertahap empat tahun ke depan. Ia menegaskan Sekolah Penggerak bukan sekolah favorit.
“Tapi bagaimana di setiap sekolah ada pendampingan konsultatif dari Pemerintah Pusat dan daerah. kemudian ada semacam digitalisasi pendidikan, digitalisasi sekolah, kemudian penguatan SDM [sumber daya manusia] di sekolah,” kata dia.
Target Sekolah Penggerak adalah pemerataan kualitas pendidikan pada masing-masing daerah. Setiap sekolah nanti menjadi bisa menggerakan seluruh komponen di sekolah tersebut, sehingga setiap sekolah akan tumbuh jadi sekolah yang bermutu.
BACA JUGA: Ingin Naik Kereta Api? Ini Prosedur Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam Webinar Program Sekolah Penggerak, Senin (1/2/2021), menuturkan program Sekolah Penggerak bukan berbasis sekolah favorit atau unggulan, melainkan sekolah yang akan mengakselerasi sekolah negeri maupun swasta di seluruh Indonesia untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam waktu tiga tahun ajaran.
Sekolah Penggerak berfungsi sebagai katalis, dengan berfokus dalam pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dan ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun-tahun sebelumnya para guru kehabisan waktu berkutat dengan tugas administrasi proses pendidkan yang bukan merupakan output dari pendidikan. Padahal yang kita harapkan adalah output riil dari pendidikan tersebut,” ungkapnya.
Sekolah Penggerak akan mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah yang berkolaborasi untuk mengutamakan peserta didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Google DeepMind merilis WeatherNext 3, AI prediksi cuaca global yang menghasilkan prakiraan setiap jam dengan resolusi hingga 5 km.
Sebanyak 123.779 KK telah mendaftar Perlinsos Sleman. Sebanyak 79,48% menggunakan bantuan agen, sedangkan 20,52% mendaftar mandiri.
Lisa BLACKPINK akan mengungkap perjalanan karier solonya lewat film dokumenter Always LALISA yang tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Oktober 2026.
Adidas dikritik setelah menggandeng mantan tentara Israel Shalev Biton dalam kampanye Single-Shoe Service di Israel yang ditujukan bagi penyandang amputasi.
Prediksi Arsenal vs Chelsea di Premier League 2026/2027. The Gunners lebih diunggulkan berkat pertahanan solid dan rekor apik atas The Blues.