Nelayan Asal Riau Meninggal di Laut Gunungkidul, Ini Kronologinya
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
Foto ilustrasi pelajar SMK. /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, WONOSARI – Sedikitnya 36 sekolah dari tingkat Pendididikan Usia Dini (Paud) hingga SMA sederajat di Gunungkidul akan ikut program sekolah penggerak dari Pemerintah Pusat. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul berharap kepala sekolah berperan aktif untuk mendaftar di program ini.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, Gunungkidul terpilih dalam program digitalisasi sekolah penggerak dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Total ada 36 sekolah yang akan terpilih mengikuti program ini.
“Gunungkidul menjadi satu-satunya di wilayah DIY yang ikut dalam program sekolah penggerak,” kata Sudya kepada Harianjogja.com, Rabu (17/2/2021).
BACA JUGA : 35 Sekolah di Gunungkidul Akan Diseleksi Untuk Jadi
Dia menjelaskan, 36 sekolah yang terpilih berasal dari berbagai tingkatan. Adapun rinciannya, tujuh dari Taman Kanak-kanan (TK), lima SMP, lima SMA sederajat, enam SLB dan 13 SD. “Untuk keseluruhan di Indonesia ada sekitar 2.500 sekolah yang ikut program ini,” ungkapnya.
Sudya menuturkan, meski sudah ada keputusan, namun untuk sekolah yang ikut program ini belum ditentukan karena harus melalui seleksi. Tindak lanjut dari program, disdikpora sudah mengeluarkan edaran ke sekolah-sekolah untuk berpartisipasi dengan mendaftarkan secara online di aplikasi yang telah disediakan.
“Harus mendaftar untuk bisa ikut program ini. Jadi, kami minta kepala sekolah untuk aktif dalam program ini. Apalagi mereka [kepala sekolah] juga sudah mendapatkan sosialisasi secara online,” katanya.
Disinggung mengenai jumlah sekolah yang mendaftar, ia belum bisa memastikan karena pendaftaran masih dibuka hingga awal Maret mendatang. “Masih proses jadi belum diketahui jumlahnya berapa. Nantinya, kami juga dilibatkan dalam proses verifikasi sebelum diumumkan sekolah yang ikut program sekolah penggerak,” katanya.
BACA JUGA : Gunungkidul Ditunjuk Awali Sekolah Penggerak Di DIY
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardaya mengatakan, puluhan sekolah di Gunungkidul akan ikut program sekolah penggerak dari Pemerintah Pusat. Pemilihan Gunungkidul dalam mengawali program melihat kesiapan daerah yang memiliki prioritas tertinggi. Di samping itu program juga merupakan upaya peningkatan kualitas dan pemerataan mutu pendidikan, sehingga diharapkan Gunungkidul bisa sejajar dengan Kota Jogja dan Sleman yang saat ini dinilai lebih maju.
“Gunungkidul saat ini sudah mempersiapkan sistem digitalisasi, termasuk dalam Asessment Standar Pendidikan Daerah (ASPD) akan dibuat berbasis Komputer,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
Google DeepMind merilis WeatherNext 3, AI prediksi cuaca global yang menghasilkan prakiraan setiap jam dengan resolusi hingga 5 km.
Sebanyak 123.779 KK telah mendaftar Perlinsos Sleman. Sebanyak 79,48% menggunakan bantuan agen, sedangkan 20,52% mendaftar mandiri.
Lisa BLACKPINK akan mengungkap perjalanan karier solonya lewat film dokumenter Always LALISA yang tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Oktober 2026.
Adidas dikritik setelah menggandeng mantan tentara Israel Shalev Biton dalam kampanye Single-Shoe Service di Israel yang ditujukan bagi penyandang amputasi.
Prediksi Arsenal vs Chelsea di Premier League 2026/2027. The Gunners lebih diunggulkan berkat pertahanan solid dan rekor apik atas The Blues.