Advertisement

Hujan Deras Picu Retakan Tanah, SDN Kokap di Kulonprogo Rawan Longsor

Khairul Ma'arif
Minggu, 04 Januari 2026 - 17:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Hujan Deras Picu Retakan Tanah, SDN Kokap di Kulonprogo Rawan Longsor Ilustrasi Tanah longsor di Kulonprogo. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kulonprogo memicu munculnya sejumlah retakan tanah di lingkungan SD Negeri (SDN) Kokap. Kondisi tersebut dinilai membahayakan karena berpotensi menimbulkan tanah longsor dan menyebabkan pergerakan bangunan sekolah.

Retakan tanah berdampak langsung pada struktur bangunan SDN Kokap. Sejumlah dinding bangunan dilaporkan mengalami keretakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan kegiatan belajar mengajar.

Advertisement

“Ada retakan bangunan di dapur sekolah, ruang guru, dan sejumlah ruangan lainnya,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, Minggu (4/1/2026).

Menurut Budi, kondisi keretakan tanah dan bangunan tersebut baru diketahui pada Jumat (2/1/2026), setelah sehari sebelumnya wilayah Kulonprogo diguyur hujan cukup deras. Lokasi SDN Kokap yang berada di area tidak datar membuat tanah di sekitarnya rawan bergerak, terlebih talud penyangga sekolah juga mengalami retakan.

Pantauan di lapangan menunjukkan halaman sekolah telah mengalami rekahan yang cukup jelas. Kondisi ini dinilai berisiko dan sewaktu-waktu dapat membahayakan guru maupun murid.

“Retakan ini rawan longsor. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo untuk tindak lanjut. Saat ini baru dilakukan penanganan darurat,” lanjut Budi.

Sebagai langkah awal, BPBD bersama pihak sekolah dan wali murid telah melakukan kerja bakti pada Sabtu (3/1/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada pemindahan barang dan aset sekolah yang masih bisa diselamatkan, sekaligus mengatur aliran air hujan agar tidak mengarah langsung ke area retakan.

“Pengelolaan aliran air hujan dilakukan supaya air tidak langsung masuk ke bagian tanah yang retak. Ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD-SMP Disdikpora Kulonprogo, Gigih Muktitama, menilai kondisi SDN Kokap telah masuk kategori rusak berat. Hal itu ditandai dengan talud penyangga dan lantai bangunan yang sudah merekah.

Disdikpora, kata Gigih, telah meninjau langsung lokasi dan meminta pihak sekolah menyusun proposal perbaikan untuk diajukan ke Pemkab Kulonprogo. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.

“Saat ini belum ada anggaran untuk pembangunan sekolah tersebut. Perbaikannya juga membutuhkan biaya cukup besar karena tinggi talud yang harus ditangani,” ungkap Gigih.

Ia menyarankan agar ruang-ruang yang dinilai rawan tidak digunakan sementara waktu untuk kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, penanganan fisik bangunan SDN Kokap belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“APBD 2026 sudah diketok dan penanganan SDN Kokap belum masuk. Kami usulkan di 2027. Mudah-mudahan bisa menjadi prioritas karena masih banyak sekolah lain yang juga membutuhkan penanganan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Top Ten News Harianjogja.com pada Senin 5 Januari 2026

Top Ten News Harianjogja.com pada Senin 5 Januari 2026

News
| Senin, 05 Januari 2026, 10:27 WIB

Advertisement

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali

Wisata
| Minggu, 04 Januari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement