Gaji Baru Masuk Sudah Menipis? Ini 5 Penyebabnya
Simak 5 kebiasaan kecil yang diam-diam bikin uang cepat habis, mulai dari pesan makanan online hingga cicilan digital.
Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL - Jelang pelaksanaan pembelajaran Tatap Muka (PTM), capaian vaksinasi untuk pelajar di Bumi Projotamansari masih rendah.
Data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat hingga Sabtu (4/9), capaian vaksinasi untuk pelajar baru 24,15 persen untuk dosis pertama. Dari 72.145 pelajar, baru sebanyak 17.420 pelajar divaksin dosis pertama.
BACA JUGA : Vaksinasi Semua Pelajar di Kota Jogja Rampung
"Untuk dosis kedua, baru 1.009 pelajar atau 1,40 persen yang sudah divaksin," kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho, Senin (6/9/2021).
Abed mengaku sejatinya tidak ada kendala berarti terkait dengan rendahnya capaian vaksinasi untuk pelajar. Sebab, stok vaksin yang ada dinilainya masih aman dan cukup. "Dan, memang vaksinasi pelajar saat ini yang pegang dari Polres dan Kodim," jelasnya.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mempercepat vaksinasi pelajar. Sebab, diakuinya capaian vaksinasi untuk pelajar di Bantul saat ini masih rendah. "Padahal kan, vaksinasi menjadisalah satu syarat persiapan pembelajaran tatap muka," katanya.
Sementara Kasi Kurikulum SMP Disdikpora Bantul Retno Yuliastuti mengatakan, sejauh ini pihaknya terus menggandeng Polres, Kodim dan Dinkes Bantul untuk mempercepat capaian vaksinasi pelajar. Sebab, diakuinya, vaksinasi adalah salah satu syarat sebelum dimulainya PTM.
BACA JUGA : Pelajar di Sleman Jadi Target Vaksinasi Covid-19
"Vaksinasi terus kami gelar. Di samping itu, sekolah juga sudah mulai menyiapkan daftar kunjung siswa. Untuk sarana dan prasarana, InsyaAllah semua siap. Termasuk, termogun, pengaturan kelas dan ketentuan lainnya," jelasnya.
Mengenai kurikulum yang akan disiapkan,Retno menyebut akan tetap menggunakan kurikulum darurat. Di mana, materi yang akan diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.
"Jadi kami tetap terapkan kurikulum darurat. Karena ini kami rasa tepat dengan kondisi yang saat ini ada," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 5 kebiasaan kecil yang diam-diam bikin uang cepat habis, mulai dari pesan makanan online hingga cicilan digital.
Piala Dunia 2026 jadi turnamen termahal sepanjang sejarah. AS gelontorkan Rp196,5 triliun, target PDB naik US$17,2 miliar. Simak analisis untung-rugi ekonomi
Konser BTS di Busan picu lonjakan harga hotel hingga 7 kali lipat dan keluhan ARMY soal getok harga penginapan.
Penderita asam urat tetap bisa menikmati daging kurban saat Iduladha dengan pola makan sehat, porsi terkontrol, dan cara memasak yang tepat.
Operasi lintas negara bongkar penipuan digital Rp13 triliun dengan berbagai modus aplikasi palsu dan investasi fiktif.
Cal Crutchlow comeback di MotoGP Italia 2026 gantikan Zarco cedera, LCR Honda hadapi krisis jelang Mugello.