Begal Bokong Teror Wonogiri, Pelaku Ditangkap, Beraksi 4 Kali
Begal bokong di Wonogiri ditangkap kurang dari 5 jam. Pelaku mengaku sudah empat kali beraksi di jalur sepi.
Penyandang disabilitas mendapatkan vaksin Covid-19./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memvalidasi ulang 131.407 data warga yang belum disuntik vaksin Covid-19. Data ini merupakan warga yang ber-Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Jogja namun tercatat belum menerima vaksin Covid-19. Hal ini sebagai upaya memastikan akses warga terhadap vaksinasi.
Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, seluruh data ini akan disampaikan hingga tingkat RT sebagai eksekutor validasi. Beberapa RT telah melaporkan hasil validasi data ini, namun adapula yang belum.
BACA JUGA: Ini Hasil Temuan KNKT tentang Penyebab Kecelakaan Maut di Jalur Tebing Breksi
Apabila sudah selesai validasi data, RT akan melaporkan pada tingkat kelurahan. Setelah itu, kelurahan akan merekapitulasi sekaligus mengentri data pada sistem sekitar akhir pekan ini. Untuk yang hendak vaksin, kelurahan bisa langsung memasukkan data ke Jogja Smart Service (JSS) untuk mendapat jadwal.
Harapannya dengan validasi ini, ada sajian data aktual terkait warga yang belum vaksinasi. “Bisa saja, warga tersebut memang memiliki NIK Kota Jogja tetapi tidak berdomisili di Jogja,” kata Heroe Poerwadi saat memimpin rapat koordinasi vaksinasi di Kompleks Balai Kota Jogja, Rabu (8/9/2021).
Selain data warga yang belum disuntik vaksin, akan terlihat pula warga yang tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi. Beberapa alasannya bisa karena penyintas Covid-19 yang belum sampai tiga bulan, memiliki komorbid, atau menolak vaksinasi.
Vaksinasi bisa berlangsung di sentra yang tersedia. “Namun jika vaksinasi perlu lebih didekatkan lagi ke wilayah juga masih memungkinkan. Minimal ada 500 sasaran vaksinasi,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
BACA JUGA: Diduga Tertekan, Bocah Kelas VI SD di Tridadi Sleman Gantung Diri
Per Selasa (7/9/2021), jumlah warga dengan NIK Kota Jogja yang sudah mendapat vaksinasi tercatat sebanyak 217.998 orang. Jumlah ini setara 62,4 persen dari total warga wajib vaksin yang berusia lebih dari 12 tahun. “Mudah-mudahan pada akhir September seluruh warga Jogja yang wajib vaksin sudah tervaksin,” kata Heroe.
Mantri Pamong Praja Kotagede, Rajwan Taufik, mengatakan hasil penyisiran memperlihatkan banyak warga ber-NIK Kota Jogja yang tidak berdomisili di Jogja. “Dari data yang kami terima, ada sekitar 14.000 warga yang belum vaksin. Tetapi setelah dilakukan penyisiran ulang, maka diketahui sekitar 7.000 warga tersebut tidak ada di Kotagede,” kata Rajwan.
Meski vaksinasi terus digencarkan, protokol kesehatan harus tetap dijaga. Masyarakat wajib memakai masker di tempat umum (bila perlu dobel masker), mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan sebisa mungkin menghindari kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Begal bokong di Wonogiri ditangkap kurang dari 5 jam. Pelaku mengaku sudah empat kali beraksi di jalur sepi.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.