Toprak Razgatlioglu Isi Bensin Eceran, Kenangan Mandalika Terulang
Toprak Razgatlioglu mengisi bensin eceran di Kuta Mandalika jelang MotoGP 2026. Ia punya sejarah kuat di sirkuit tersebut sejak era WSBK.
Komisi B DPRD Bantul melakukan sidak ke Watu Lumbung Culture Resort, Kamis (9/9). Harian Jogja/Jumali.
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah pusat asal-asalan dalam memutuskan tempat wisata yang menjadi percontohan uji coba pembukaan objek wisata. Watu Lumbung yang tidak memiliki fasilitas penerapan prokes justru dipilih sebagai percontohan.
DPRD Bantul mendesak kepada pemerintah pusat merevisi keputusan memilih objek wisata Watu Lumbung Culture Resort menjadi satu dari 20 objek wisata percontohan. Sebab, objek wisata yang berada di Padukuhan Kretek, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek itu tidak layak dijadikan lokasi percontohan.
BACA JUGA : Soal Kepastian Uji Coba Pembukaan Objek Wisatadi DIY, Ini Jawaban Pemda
"Harusnya pemerintah pusat turun ke lokasi dan melihat kondisinya sebelum memutuskan. Dari segi penerapan protokol kesehatan, keamanan, kebersihan, semua tidak ada di tempat ini," kata Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis saat sidak ke Watu Lumbung, Kamis (9/9/2021).
Dari segi protokol kesehatan, Wildan menilai, Watu Lumbung tidak ada tempat cuci tangan. Sedangkan dari segi kebersihan, ia melihat objek wisata yang menawarkan edukasi hidup berdampingan dengan alam dan pembudidayaan madu jauh dari harapan. Sebab, kawasan tersebut sangat kotor dan tidak pernah dibersihkan.
"Kemudian, bangunan semi permanennya sangat membahayakan pengunjung. Banyak yang lapuk. Dan, tempat ini sama sekali tidak ada persiapan. Tidak ada penataan yang baik juga," lanjut Wildan.
Oleh karena itu Komisi B meminta agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan menunjuk Watu Lumbung sebagai salah satu objek percontohan. Sebab, masih banyak tempat lain, di Bantul yang telah memiliki sertifikat jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE). Selain itu, banyak objek wisata lainnya yang layak dan bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) dan warga sekitar.
BACA JUGA : DIY Siapkan Uji Coba Pembukaan Destinasi Wisata, Ini Lokasi yang Akan Dibuka
"Salah satu yang siap itu Pantai Parangtritis. Pelaku wisata juga sudah divaksin, dari segi CHSE sudah memenuhi dan memberi kontribusi bagi PAD dan warga sekitar. Jadi, pemerintah jangan ambil keputusan sepihak, tanpa koordinasi dengan daerah," jelasnya.
Sementara salah satu pengelola Watu Lumbung, Ari mengaku pihaknya sengaja tidak banyak melakukan perbaikan. Bahkan diakuinya, objek yang dikelola bersama dengan Boy Rifai, pemilik Watu Lumbung memang tidak punya sertifikat CHSE.
"Karena kami yakin yang berwisata kesini semua sehat. Dulu setahun yang lalu, kami memang sempat menyiapkan gentong untuk cuci tangan, dan ada pengecekan suhu, tapi sekarang tidak perlu. Karena yang kesini pasti sehat, karena berwisata dengan berdampingan dengan alam," katanya.
Terkait dengan ditunjuknya Watu Lumbung masuk satu dari 20 objek percontohan, Ari mengaku silakan menanyakan ke pemerintah pusat. "Silakan tanya yang beri izin. Itu kewenangan dari pusat. Kemarin kami memang sudah ikut zoom terkait kesiapan untuk uji coba," jelasnya.
BACA JUGA : 40 Objek Wisata di DIY Diusulkan Dibuka
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah mengaku kaget dengan terpilihnya Watu Lumbung sebagai satu dari 20 lokasi uji coba pembukaan tempat wisata. Sebab, ada beberapa lokasi yang semestinya lebih layak, karena telah memiliki sertifikat jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE).
"Seperti Mangunan dan Pantai Goa Cemara itu kan harusnya layak, karena sudah mengantongi CHSE. Tapi, karena ini adalah keputusan dari pusat, kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Toprak Razgatlioglu mengisi bensin eceran di Kuta Mandalika jelang MotoGP 2026. Ia punya sejarah kuat di sirkuit tersebut sejak era WSBK.
WhatsApp memperbarui syarat minimum OS. Cek daftar HP Android dan iPhone yang tak lagi didukung serta cara mengecek versi sistem.
Teknologi antariksa ternyata hadir di balik kamera dan GPS HP. Simak 5 teknologi yang berkembang dari riset NASA hingga perangkat konsumen.
JABFEST 2026 digelar di The Ratan, Bantul, mengusung tema “Saksi Mata” untuk melawan pendangkalan melalui seni, sastra, buku, literasi, dan diskusi.
Kasus ISPA di DIY mencapai 13.677 pada minggu ke-38, naik 1.059 kasus. Dinkes mengingatkan warga mewaspadai cuaca panas, dehidrasi, dan heatstroke.
Jadwal bola malam ini 7 Oktober 2026 menghadirkan Buriram United vs Borneo FC dan sejumlah laga ASEAN Club Championship serta Turkish Cup.