Tol Jogja-Solo di Sleman Sudah 47 Persen, Konstruksi Elevated Dikebut
Progres Tol Jogja-Solo segmen Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 47% dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan konstruksi elevated.
Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho (kedua kanan) saat menyampaikan materi dalam acara Peringatan Peristiwa Sejarah 9 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY di Balai Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul, Senin (13/9/2021)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) Bantul menggelar Peringatan Peristiwa Sejarah 9 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY di Balai Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Bantul, Senin (13/9/2021). Peringatan ini merupakan upaya untuk mengajak masyarakat mengingat kembali bagaimana perjalanan UU Keistimewaan DIY dapat berlaku hingga sekarang.
Acara peringatan menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Muhammad Iqbal Birsyada; Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho; dan Kepala Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Kundha Kabudayan Bantul, Dahroni.
Dalam paparannya, Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan berbagai peran keistimewaan dalam pengembangan sejarah. Dijelaskan Aris, indeks pembangunan kebudayaan DIY bahkan menempati peringkat satu secara nasional. "Karya budaya DIY yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda [WBTB] oleh Pemerintah Pusat sebanyak 108 WBTB," tuturnya, Senin.
Kepala Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Kundha Kabudayan Bantul, Dahroni menjelaskan peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan perjalanan sembilan tahun amanat UU Keistimewaan DIY. Dia juga berharap sejarah lokal di Bantul dapat dikenal, dicintai, dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda maupun masyarakat umum. "Sembilan tahun Keistimewaan DIY ini diharapkan dapat bermanfaat dalam pelestarian dan pengembangan sejarah, khususnya untuk masyarakat pecinta sejarah di Kabupaten Bantul," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo segmen Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 47% dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan konstruksi elevated.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.
Video mahasiswa baru ISI Solo berjoget di Pendopo Ageng viral. Kampus meminta maaf dan menyiapkan edukasi etika serta wawasan budaya.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.
PLTS 30 GW segera dilelang pada 2026 sebagai tahap awal target 100 GW. Investor masih menghadapi tantangan jaringan, regulasi, dan pembiayaan.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.